alexametrics

Pounds Lemah Dongkrak Industri Pariwisata Inggris

loading...
Pounds Lemah Dongkrak Industri Pariwisata Inggris
Pelemahan mata uang Poundsterling diyakini meningkat daya beli wisatawan untuk kemudian mendongkrak kunjungan ke Inggris. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LONDON - Pelemahan mata uang Poundsterling diyakini meningkat daya beli wisatawan untuk kemudian mendongkrak kunjungan ke Inggris. Berdasarkan angka terbaru, menunjukkan jumlah wisatawan ke Inggris yang berasal dari China mengalami peningkatan hampir seperlima pada musim panas ini.

Perusahaan data perjalanan ForwardKeys mengatakan, bahwa pemesanan penerbangan musim panas untuk jarak jauh juga tercatat lebih tinggi 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut diyakini imbas dari pelemahan Pounds yang akhirnya mengkerek daya beli wisatawan.

Minggu ini Poundsterling mencapai level terendah 31 bulan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Inggris dapat meninggalkan UE (Uni Eropa) tanpa kesepakatan. "Musim panas ini kemungkinan kita akan melihat jumlah wisatawan China terbanyak ke Inggris," kata juru bicara ForwardKeys, David Tarsh.



Dia menambahkan, jumlah wisatawan asal India mencapai 20% dengan Jepang 10% dan Amerika Serikat 5%. Sementara Kepala Ekonom untuk Eropa dan Amerika dari Standard Chartered yakni Sarah Hewin mengungkapkan, Pounds yang lebih rendah berarti membuat wisatawan akan merasa lebih kaya.

"Turunnya nilai pound terhadap mata uang China (renminbi) berarti bahwa turis Tiongkok yang datang ke Inggris bakal memiliki kekuatan belanja yang meningkat sekitar 5% dalam tiga bulan terakhir," paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Promosi Pariwisata Inggris Visit Britain Patricia Yates. "Inggris menawarkan nilai besar bagi wisatawan yang datang saat ini, serta memberi peluang berharga termasuk di Eropa, di mana kami telah menjalankan kampanye untuk mempromosikan perjalanan ke Inggris selama musim panas,".
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak