alexametrics

Penerimaan Pajak Hingga Semester II/2019 Masih Akan Berat dan Menantang

loading...
Penerimaan Pajak Hingga Semester II/2019 Masih Akan Berat dan Menantang
Realisasi penerimaan pajak pada bulan Juli 2019 tercatat tidak mengalami perbedaan besar dari bulan sebelumnya, untuk menjadi sinyal tren buruk masih akan berlanjut tahun ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Realisasi penerimaan pajak pada bulan Juli 2019 tercatat tidak mengalami perbedaan besar dari bulan sebelumnya, untuk menjadi sinyal tren buruk penerimaan pajak sepertinya masih akan berlanjut tahun ini. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak semester I-2019 sebesar Rp603,34 triliun atau tumbuh 3,74% dibanding periode yang sama di tahun 2018.

Laju pertumbuhan ini tercatat lebih rendah dibanding 2018 yang berhasil naik 13,9%. Sejumlah sektor usaha mencatatkan kenaikan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan 2018. Di antaranya sektor perdagangan, industri pengolahan, konstruksi dan real estate, serta pertambangan.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan, realisasi pertumbuhan penerimaan pada Juli 2019 sedikit melambat dari bulan sebelumnya yakni di posisi akhir semester I/2019 yang tercatat sebesar 3,74%. Menurutnya tantangan dalam mengumpulkan penerimaan masih berlanjut pada semester II/2019.



“Realisasi penerimaan hingga Juli 2019 melambat sedikit. Artinya masih berat dan challenging, karena beberapa sektor yang pertumbuhannya tidak sebagus tahun lalu," ujar Robert di Jakarta, Sabtu (2/8/2019).

Dia menjelaskan, tantangan dalam mengejar penerimaan tercermin masih lesunya penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan. Pasalnya, sektor ini menjadi penyumbang utama penerimaan pajak dengan konstribusi sebesar 29,3% pada semester I/2019. Tercatat setoran pajak dari industri pengolahan terkontrkasi 2,6% atau melambat dibandingkan dengan kinerja tahun 2018 yang mencapai 13%.

"Industri pengolahan yang turun ini sebagai dampak dari harga yang turun, sehingga profitabilitasnya ikut turun. Jadi penurunan setoran sektor manufaktur terjadi untuk beberapa sub industri utama, seperti industri logam dan industri pertambangan. Hal serupa berlaku untuk industri kimia dan industri makanan/minuman," jelasnya.

Diketahui pertumbuhan penerimaan pajak masih jauh dari ekspektasi di mana penerimaan pajak sampai akhir tahun diproyeksikan mencapai 91,1% atau hanya Rp1.437,1 triliun dari target sebesar Rp1.577,5 triliun. Dengan realisasi penerimaan tersebut, outlook shortfall penerimaan pajak 2019 diperkirakan pada angka Rp140,4 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan realisasi shortfall penerimaan pajak 2018 yang hanya Rp108,1 triliun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak