alexametrics

Kebijakan Trump Dinilai Bisa Buat Ketidakpastian Global

loading...
Kebijakan Trump Dinilai Bisa Buat Ketidakpastian Global
BI akui kebijakan-kebijakan Presdien AS Donald Trump kerap memengaruhi gerak perekonomian nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kebijakan ekonomi yang diambil Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diakui telah memengaruhi kondisi perekonomian global beberapa waktu terakhir ini. Sektor finansial disebut sebagai sektor yang paling terpengaruh akibat kebijakan-kebijakan kontroversial orang nomor satu di AS tersebut.

Salah satu kebijakan yang menimbulkan dampak paling besar adalah perang dagang AS dengan China. Perang dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut menyebabkan perlambatan ekonomi secara global, yang dampaknya dirasakan juga oleh negara berkembang seperti Indonesia.

"Kalau nanti policy Trump kacau lagi, ya bisa berpengaruh ke Indonesia. Karena sekarang pasar gobal lagi bergerak. Skala yang paling luas dan paling mengganggu itu (kebijakan) Trump. Jadi kalau kena regional bisa ke Indonesia juga," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo saat berkunjung ke redaksi KORAN SINDO dan SINDOnews.com di Jakarta, Senin (5/8/2019).



Maka dari itu, kata Dody, Bank Indonesia menginjak pedal gas dengan untuk memacu pertumbuhan ekonomi seperti penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI). Menurut dia, penyelenggaraan KKI dapat membantu meningkatkan pertumbuhan sektor riil.
Menurut dia, jika sektor riil sudah dapat dikendalikan maka inflasi dapat berjalan sesuai target di angka 3,5% plus minus 1%.

"Kalau sektor riil belum bisa dikendalikan, maka angka inflasi kita akan terganggu. Makanya kita masuk ke skema yang terkait UMKM dengan berkoordinasi dengan pihak terkait," beber dia.

Dengan masuk ke UMKM, lanjut Dody, maka dapat membantu memayungi UMKM dengan memberikan binaan atau pendampingan bagi kluster-kluster UMKM.

Dengan demikian, lanjut dia, BI dapat mengetahui permasalahan yang menyebabkan inflasi di Indonesia. "Seperti contoh, jika masalah inflasi itu dari pangan ya kluster pangan kita buka misalkan bawang atau cabai. Misalkan masalah inflasi di tekstil atau tenun, ya kita bantu dari sisi ekspornya," jelasnya. Dengan begitu, inflasi diharapkan dapat terkendalikan dan tetap rendah serta stabil di kisaran sasaran inflasi 3,5±1% pada 2019.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak