alexametrics

BPS: Seluruh Komponen PDB Positif Kecuali Ekspor

loading...
BPS: Seluruh Komponen PDB Positif Kecuali Ekspor
Ekspor menjadi satu-satunya komponen pembentuk PDB yang negatif di kuartal II/2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2019 mencapai 5,05% . Dilihat dari komponen pembentuknya, ekspor menjadi satu-satunya komponen yang mengalami kontraksi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, ekspor di kuartal II/2019 terkontraksi sebesar 1,81%. Sementara bila dibandingkan dengan kuartal I/2019, ekspor tercatat terkontraksi sebesar 0,79%.

"Seluruh komponen PDB (produk domestik bruto) triwulan II/2019 itu positif, kecuali ekspor yang mengalami kontraksi 0,79% secara qtq dan 1,81% secara yoy," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).



Dia mengatakan, tekontraksinya ekspor diakibatkan oleh turunnya ekspor barang. Ekspor barang tercatat mengalami kontraksi 1,81% secara yoy dan 1,18% secara qtq. "Sementara ekspor jasa masih tumbuh 0,27% secara yoy dan 2,54% secara qtq," katanya.

Terkontraksinya ekspor ini juga dibarengi dengan terkontraksinya impor secara yoy sebesar 6,73%. Akan tetapi, impor masih tumbuh sebesar 1,16% secara qtq.

"Dengan demikian net ekspor (ekspor dikurangi impor) masih memberikan kontribusi sebesar 0,98% terhadap total pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05%," imbuhnya.

Suhariyanto menambahkan, pertumbuhan ekonomi kuartal II/2019 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,17% secara yoy, memberikan kontribusi sebesar 2,77%. Kemudian disusul oleh investasi (PMTB) yang tumbuh 5,01% yoy dengan kontribusi sebesar 1,59%.

"Sedangkan konsumsi pemerintah yang tumbuh signifikan 8,23%, hanya memberikan kontribusi sebesar 0,61%. Sementara itu, sektor lainnya memberikan kontribusi negatif sebesar 0,90%," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak