alexametrics

Rupiah Dibuka Ambruk ke Level Rp14.344/USD Saat Yuan Merayap Naik

loading...
Rupiah Dibuka Ambruk ke Level Rp14.344/USD Saat Yuan Merayap Naik
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Selasa (6/5/2019) dibuka ambruk hingga menyentuh level Rp14.344/USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Selasa (6/5/2019) dibuka ambruk hingga menyentuh level Rp14.344/USD untuk meneruskan tren buruk dalam beberapa hari terakhir. Kejatuhan kurs rupiah mengiringi Yuan China yang merayap naik untuk menjauhi level terendah.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka merosot tajam ke posisi Rp14.344/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah tak berdaya usai kemarin bertengger di Rp14.231/USD.

Data Yahoo Finance justru menunjukkan pelemahan rupiah pada sesi pagi perdagangan menjadi Rp14.315/USD dengan pergerakan harian Rp14.227 hingga Rp14.340/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal kejatuhan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp14.250/USD.



Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga jatuh sangat dalam ke level Rp14.330/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.255/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.307-Rp14.359/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi turut memperlihatkan raihan negatif dari sebelumnya. Rupiah ambruk menjadi Rp14.315/USD atau tidak lebih baik dari kemarin Rp14.245/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Yuan menjauh dari level terendah sepanjang masa pada hari Selasa setelah Beijing tampaknya mengambil langkah-langkah untuk mencegah melemahnya mata uangnya lebih lanjut. Hal ini menyusul penurunan tajam yang terjadi pada Yuan, membuat pemerintah AS menuding China telah memanipulasi mata uangnya.

Sementara Yen menghapus kenaikan terhadap dolar dan jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama, sementara indeks dolar terhadap mata uang utama tetap berada di belakang setelah meningkatnya ketegangan perang perdagangan AS-China ke wilayah yang belum dipetakan.

Pada awal pekan kemarin, China membiarkan Yuan menembus level kunci 7 per dolar untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global, untuk mengirim pasar keuangan global ke jurang, dan investor mengamati dengan cermat untuk melihat berapa banyak lagi yang akan memungkinkan Beijing untuk jatuh. .

China mengatakan pada hari Selasa pagi bahwa mereka menjual uang kertas berdenominasi yuan di Hong Kong, dalam sebuah langkah yang dianggap membatasi penjualan pendek mata uang tersebut.

Yuan offshore awalnya turun menjadi 7.1265 per dolar, terendah sejak perdagangan luar negeri dimulai pada 2010, tetapi kemudian menghapus kerugian untuk diperdagangkan tidak berubah pada level 7.1004. Sedangkan Yuan onshore membuka perdagangan di posisi 7,0699 per dolar dan terakhir berada di level 7,0569, dibandingkan penutupan terakhir di 7,0498.

Dolar awalnya jatuh terhadap yen menjadi 105,51 yen, terendah sejak flash crash pada Januari yang mengguncang pasar mata uang, tetapi kemudian terhapus untuk naik 0,34% menjadi 106,32. Yen juga melemah terhadap mata uang utama setelah langkah terbaru dari Beijing.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak