alexametrics

PLN Gandeng Profesor Selidiki Penyebab Pemadaman Listrik Massal

loading...
PLN Gandeng Profesor Selidiki Penyebab Pemadaman Listrik Massal
PT PLN (Persero) terus melakukan investigasi untuk mencari penyebab padamnya listrik secara massal dengan melibatkan para Profesor di beberapa Perguruan Tinggi Negara (PTN). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT PLN (Persero) terus melakukan investigasi untuk mencari penyebab padamnya listrik secara massal atau black out pada sejumlah wilayah di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sebagian di Jawa Tengah pada Minggu (4/8) hingga Senin (5/8) lalu. Bahkan perusahaan listrik negara itu sampai melibatkan para Profesor di beberapa Perguruan Tinggi Negara (PTN) di Indonesia dalam penyelidikan.

"Kita ada tim independen dan mengundang gabungan Perguruan Tinggi serta menggandeng profesor di PTN. Tim independen ini dengan tujuh PTN di Indonesia. Mati Listrik Jawa dan Bali kita serahkan ke tim investigasi karena sangat kompleks sekali," ujar Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abumanan di Gedung Ombudsman, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Sambung dia menambahkan, masih belum bisa memastikan apakah Pohon Sengon menjadi penyebab padamnya listrik secara massal di Jawa dan Bali. "Biar tim yang membuktikan nanti dengan investigasi yang masih dilakukan," jelasnya



Lebih lanjut, Ia membantah mengenai PLTU Suralaya menjadi penyebab utama padamnya listrik massal yang masih padam dan masih belum diketahui penyebab matinya PLTU Suralaya. "Meluruskan PLTU Suralaya yang berbahan batu bara dan uap ini terkena dampak sehingga padam jadi bukan penyebab," jelasnya.

Sebagai informasi, PT PLN (Persero) mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat peristiwa pemadaman listrik total (black out) di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sebagian di Jawa Tengah pada Minggu (4/8) hingga Senin (5/8) lalu. Perseroan memproyeksikan kehilangan pendapatan dari penjualan listrik mencapai Rp90 miliar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak