alexametrics

JK Sayangkan Tempe Masih Impor dari Amerika Serikat

loading...
JK Sayangkan Tempe Masih Impor dari Amerika Serikat
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Tempe sebagai makanan kebanyakan orang Indonesia, ternyata bergantung dari Amerika Serikat. Dalam peringatan hari kelahiran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Hotel Borobudur, Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyayangkan Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku tempe, yaitu kacang kedelai dari Amerika Serikat.

"Sangat disayangkan, tempe, kita bergantung dari petani Amerika Serikat, begitu juga dengan jagung, ayam, kita banyak mengimpor dari Amerika atau Brasil. Kita butuh transformasi, kebijakan yang keras untuk mengubah itu," ujar JK, Jumat (9/8/2019).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, total impor kacang kedelai pada tahun lalu mencapai 2,58 juta ton atau senilai USD1,10 miliar, dimana impor kacang kedelai dari AS mencapai 2,52 juta ton atau USD1,07 miliar.



Untuk itu, JK menambahkan, pemerintah akan memberlakukan peraturan ketat agar impor tidak terlalu deras. Karena ini akan membuat neraca perdagangan mengalami defisit.

"Jangan nanti kita bikin suatu peraturan yang ketat kemudian kita ubah lagi aturan itu, memang banyak bisa terjadi. Karena itulah dibutuhkan suatu tranformasi tentang suatu kebijakan yang keras tetapi kita juga harus menguasai teknologi. Semua negara telah melakukan itu," jelasnya.

JK pun menyarankan agar transformasi ekonomi Indonesia bisa melihat dari China, yang sukses membangun ekonominya.

"Bagaimana China mentransformasi ekonominya, dengan membuka penanaman modal asing tapi tidak berurusan dengan politik. Walaupun China dengan Taiwan secara politik itu berbeda dan bersengketa, tapi 35% penanaman modal asing di China itu dari Taiwan," katanya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak