alexametrics

Tanggulangi Tumpahan Minyak, SKK Migas: Penutupan Sumur Sudah Berjalan

loading...
A+ A-
JAKARTA - Gerak cepat Pertamina Hulu Energi dalam penanganan tumpahan minyak di sumur PHE Offshore Northwest Java (ONWJ) mendapatkan apresiasi dari banyak kalangan. Salah satunya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yang mengatakan dalam menekan dampak lingkungan dari kasus tumpahan minyak itu, penutupan sumur sudah berjalan.

Deputi Operasi SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, menyatakan penanganan insiden tersebut sangat baik. "Penanganan tumpahan minyak milik PHE ONWJ sudah cukup bagus. Saya juga cukup sering ke lapangan meninjau melalui pesawat helikopter. Saya melihat oil spillnya cukup tertangani dengan baik. Relief well (RW) YYA-1RW, yang berfungsi menutup sumur YYA-1, sudah berjalan," kata Fatar kepada media di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Targetnya, dalam 30 hari mendatang, sudah bisa diintersep sumur yang bermasalah. "Setelah tiga hingga empat hari, mudah-mudahan sumurnya bisa mati, minyak tidak tumpah lagi," tambah Fatar.



Sedangkan platform yang ada, lanjut Fatar, ditahan saja. "Jadi, so far, saya melihat tumpahan minyak di Karawang sudah banyak dicover. Dan tidak akan banyak lagi dampak lingkungannya," katanya.

Seperti diketahui, sumur YYA-1 merupakan sumur reaktivasi di sekitar 2 Kilo Meter (KM) dari Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat. Gelembung gas muncul sejak Jumat (12/7/2019), dalam proses pengeboran untuk mengaktifkan kembali sumur YYA-1 untuk diproduksi kandungan minyak dan gasnya (migas).
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak