alexametrics

Masukan UMKM, Kawasan Industri Bisa Memicu Lapangan Kerja Baru

loading...
Masukan UMKM, Kawasan Industri Bisa Memicu Lapangan Kerja Baru
Mantan Menakertrans, Erman Suparno, saat mengikuti bedah buku Membangkitkan Tantangan Baru untuk Menciptakan Lapangan Kerja-Peranan Kawasan Industri Jababeka dalam Memberdayakan UKM di Jakarta. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Sinergitas kawasan industri dan UMKM sangat berperan dalam menyerap lapangan pekerjaan. Sekaligus menjadi salah satu solusi untuk menuntaskan masalah pengangguran di Indonesia.

Inilah yang ingin disampaikan S.D. Darmono, founder Jababeka, dalam bukunya "Membangkitkan Tantangan Baru untuk Menciptakan Lapangan Kerja Peranan Kawasan Industri Jababeka dalam Memberdayakan UKM".

Mantan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Erman Suparno menilai, buku tersebut sangat berguna untuk mempelajari best practice kepemimpinan SD Darmono dalam mengelola dan memanajemen UKM.



Dalam buku sederhana ini, seorang Setyono Djuandi Darmono, President Director PT Jababeka Tbk, telah mengemukakan pandangan yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang tentang bagaimana pemberdayaan UKM di Tanah Air.

Dikatakannya, Darmono dalam bukunya ingin agar UKM dimasukkan ke dalam Kawasan Industri guna menciptakan lapangan kerja.

"Langkah penting yang perlu kita lakukan saat ini dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi guna membuka lapangan kerja dan menurunkan kemiskinan. Beliau mengatakan munculnya kawasan industri di Cikarang, tidak hanya sebagai penyedia lapangan kerja, tapi juga mendorong tumbuhnya berbagai bidang usaha dan menjadi sebuah peluang bisnis baru," kata Erman saat menjadi pembicara buku tersebut di Menara Batavia Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Buku ini telah terbit sejak 2006 lalu. Namun tetap relevan untuk membahas kondisi saat ini, khususnya dalam mengentaskan pengangguran dan pengembangan UMKM.

"Buku ini diharapkan memberikan inspirasi bagi para pengusaha, mahasiswa, akademisi, praktisi UMKM untuk terus bersinergi dalam membangun bangsa," tuturnya.

Erman mengatakan, buku ini juga menunjukan Darmono adalah seorang entrepreneur dan juga pejuang yang gigih memperjuangkan dirinya. "Setelah berhasil Pak Darmono itu real-nya adalah seorang dermawan. Termasuk membantu mendirikan Akademi Komunitas President (AKP)," kata Erman.

Erman mengatakan, pada saat itu, Darmono mengajaknya untuk mendirikan Akademi Komunitas President (AKP), dengan alasan bahwa dia adalah mantan pejabat negara. Tanpa pikir panjang, Erman mengiyakan ajakan untuk mendirikan AKP.

"Saya bilang sama, tidak usah berbicara saya itu mantan pejabat negara. Jika bicara pendidikan bangsa ini, kalau tidak di bangun dengan landasan pendidikan, maka bangsa ini tidak akan maju. Majupun tidak akan terarah, karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sangat dinamis dan sangat maju," tukas Erman.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak