alexametrics

BI Beberkan Upaya Jaga Defisit Transaksi Berjalan

loading...
BI Beberkan Upaya Jaga Defisit Transaksi Berjalan
Bank Indonesia menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga defisit transaksi berjalan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, bank sentral akan terus berupaya untuk meredam defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Defisit transaksi berjalan pada kuartal II/2019 naik menjadi 3% akibat produk domestik bruto (PDB) yang tidak sesuai ekspektasi.

Hingga akhir tahun, BI memperkirakan CAD akan berada pada rentang 2,5% sampai 3% dari PDB. Upaya yang dilakukan BI untuk menjaga CAD, jelas dia, adalah dengan menjaga stabilitas nilai tukar, serta menjaga suplai dan likuiditas dolar AS (USD) di pasar.

"Karena kalau kita ingin mendorong ekspor dan ingin meredam impor, maka satu hal yang sangat menentukan adalah stabilitas nilai tukar," ujar Destry di sela-sela acara pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Bank Indonesia, Jakarta, Minggu (11/8/2019).



Destry mengatakan, jika ekspor didorong sementara nilai tukar masih berfluktuasi, maka hal itu tidak akan bagus bagi para eksportir. Di sisi lain dia juga mengimbau para eksportir untuk bersama-sama membawa hasil devisanya kembali ke Indonesia. Dengan demikian, likuiditas dolar diharapkan terus membaik ke depannya.

"Nantinya hasil devisa itu kita gunakan untuk pembangunan termasuk untuk pembiayaan impor itu sendiri. Karena kita tahu eksportir kita itu banyak, jadi itu yang kami harapkan," tegasnya.

Diketahui, dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II/2019 defisit neraca transaksi berjalan meningkat dari USD7 miliar atau 2,6% dari PDB pada kuartal I/2019 menjadi USD8,4 miliar atau 3,0% dari PDB.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak