alexametrics

Akhir Sesi Perdagangan, Rupiah Pulih dari Penurunan Tajam Saat Yuan Tertahan

loading...
Akhir Sesi Perdagangan, Rupiah Pulih dari Penurunan Tajam Saat Yuan Tertahan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada akhir perdagangan ditutup berbalik pulih dari penurunan tajam kemarin saat Yuan China menghentikan tren penguatan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (14/8/2019) ditutup berbalik pulih dari penurunan tajam kemarin. Perlawanan kurs rupiah pada sesi tengah pekan hari ini mengiringi Yuan China yang menghentikan tren penguatan pada awal perdagangan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah merangkak naik ke level Rp14.240/USD atau membaik dari sesi sebelumnya Rp14.315/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini memperlihatkan kebangkitan.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga lebih tinggi di Rp14.245/USD dari sesi penutupan Selasa, kemarin yang anjlok hingga Rp14.325/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.220 hingga Rp14.253/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat balik melawan hingga menjadi Rp14.249/USD. Raihan tersebut meningkat dari sebelumnya yang bertengger pada posisi Rp14.332/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau di posisi Rp14.234/USD untuk menjadi sinyal pemulihan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat tipis usai kemarin ambruk ke Rp14.283/USD.

Di sisi lain tren penguatan Yuan China terhenti pada awal perdagangan, seiring mencuatnya optimisme imbas keputusan AS menunda tarif impor China. Sementara mata uang safe heaven yakni Yen Jepang menguat kembali ketika risiko perlambatan global tetap membayangi.

Kejatuhan dalam Yuan dan kenaikan Yen, menurut analis mencerminkan bahwa penundaan tarif meski mendorong akan tetap tidak lantas menghentikan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Selanjutnya data ekonomi China menunjukkan bahwa perekonomian terbesar kedua di dunia itu terus melambat.

Output industri Negeri Tirai Bamby naik pada bulan Juli, namun dalam kecepatan paling lambat lebih dari 17 tahun. Yuan China melompat tinggi dalam satu pekan, usai Presiden AS Donald Trump memundurkan tenggat waktu untuk penerapan tarif 10% pada impor China.

Akan tetapi Yuan kembali jatuh 0,4% terhadap dolar untuk berada pada level 7,0360. Sedangkan Yen Jepang naik 0,4% terhadap dolar untuk berada pada level 106,33 untuk berbalik bangkit usai sempat menyentuh titik terendah satu pekan pada Selasa, kemarin.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak