alexametrics

HUT RI, Ini 17 Produk Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri

loading...
HUT RI, Ini 17 Produk Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri
Turis asing belajar membatik di Semarang. Setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, batik kian dikenal di mancanegara. Foto/Dok SINDOphoto/Ahmad Antoni
A+ A-
JAKARTA - Indonesia memiliki produk yang berkualitas. Faktanya, banyak produk asli Indonesia yang berhasil merambah pasar dunia.

Meskipun demikian, masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa potensi produk lokal sangat baik. Alih-alih menggunakan produk dalam negeri, tak sedikit orang yang lebih memilih produk impor karena dianggap lebih berkualitas dan bergengsi.

Padahal, banyak produk lokal yang kualitasnya tak kalah dengan produk impor. Bahkan, beberapa diantaranya sangat disukai oleh masyarakat dunia. Hal ini merupakan bukti bahwa produk lokal pun mampu bersaing dengan produk buatan luar negeri.



Mengutip dari berbagai sumber, berikut 17 produk asli Indonesia yang dikenal dunia.

1. Indomie
Anda pasti sudah tidak asing dengan Indomie. Mi instan produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ini tidak hanya disukai masyarakat Indonesia, melainkan juga masyarakat dunia.

Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1972 ini tercatat sebagai pemasok mi instan ke sejumlah negara di Eropa, Amerika, Asia, Afrika, Australia. Bahkan, pabrik Indomie juga bisa ditemui di Timur Tengah dan Afrika.

2.Tolak Angin
Tak banyak yang tahu bahwa Tolak Angin pun terkenal hingga mancanegara. Produk herbal andalan PT Sido Muncul ini dapat membantu meringankan gejala flu, masuk angin, tenggorokan gatal, dan menghilangkan rasa lelah pada tubuh.

Sejak dijual secara bebas pada tahun 1951, Tolak Angin sukses menyedot perhatian masyarakat. Bahkan, hingga kini Tolak Angin dipercaya sebagai produk herbal untuk kesehatan.

Herbal ramuan Ibu Rahmat Sulistyo ini telah diekspor ke sejumlah negara, seperti Australia, Hong Kong, Belanda, Amerika Serikat, dan tentunya negara-negara di Asia Tenggara.

3. Lea Jeans
Banyak yang mengira Lea Jeans adalah produk impor asal Amerika. Maklum saja, Lea Jeans menggunakan logo yang menyerupai bendera Amerika.

Bahkan, iklannya pun menggunakan model asing. Faktanya, Lea Jeans merupakan produk lokal Indonesia yang berada di bawah naungan PT Lea Sanent.

Produk yang diproduksi sejak tahun 1976 ini memang dikenal sebagai jeans berkualitas tinggi. Bahannya nyaman dikenakan, warnanya tidak mudah luntur, modelnya pun beragam. Tak heran jika Lea Jeans sukses mendobrak pasar dunia dan mampu bersaing dengan produk impor lainnya.

4. Polygon
Polygon dikenal sebagai salah satu produsen sepeda terbaik di Indonesia. Sayangnya, banyak orang yang menganggap Polygon merupakan produk impor padahal asli buatan Indonesia.

Merek lokal asal Sidoarjo, Jawa Timur ini selalu menciptakan sepeda kualitas unggul. Desainnya menarik, awet, dan fleksibel. Pilihan yang tersedia pun beragam, mulai dari sepeda gunung, sepeda lipat, hingga sepeda khusus anak.

Polygon tidak hanya populer di Indonesia, melainkan juga dunia. Bahkan, sepeda Polygon tercatat pernah digunakan oleh atlet downhill kelas dunia, Hutchinson UR Team yang bertanding di UCI DH World Cup pada tahun 2013.

5. GT Radial
Satu lagi produk lokal yang sukses dikenal hingga mancanegara, GT Radial. Merek ban yang berada di bawah naungan PT Gajah Tunggal ini telah diekspor ke lebih dari delapan puluh negara di dunia, seperti Amerika, seluruh Asia kecuali China, Timur Tengah, Selandia Baru, Australia, dan Eropa.

GT Radial pun tercatat memiliki lebih dari 100 cabang di seluruh dunia. Tak hanya itu saja, GT Radial pun pernah meraih penghargaan dari General Motor sebagai pemasok ban terbesar di dunia.

Maklum saja, GT Radial selalu menciptakan ban berkualitas tinggi yang didukung oleh teknisi handal di bidangnya. Hampir semua ban GT Radial memiliki akselerasi yang baik, tidak bising, dan memiliki daya cengkram sempurna.

6. Batik
Batik adalah warisan budaya tak benda milik Indonesia yang telah diakui dunia. Tepatnya pada 2 Oktober 2009, Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (intangible heritage).

Sejak itu, 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional, dimana PNS diwajibkan mengenakan batik. Demikian juga masyarakat luas, dari anak-anak hingga orang tua, dengan bangga ikut berbatik.

Kampanye batik secara nasional ini turut mendongkrak industri batik dan penjualannya. Tak hanya itu, banyak desainer yang dengan bangga membawa batik ke kancah dunia diantaranya Carmanita, Poppy Dharsono, Chossy Latu, Edwin Hutabarat.

7. Nutrisari
Hadir sejak 1970 lalu, Nutrisari sudah dikenal sebagai produsen minuman sari jeruk dengan teknologi terbaik. Bahan, produk dipetik langsung dari perkebunan jeruk terbaik.

Memakai teknologi enkapsulasi dan granulasi, produk besutan PT Nutrifood ini dikemas secara profesional. Tanpa bahan pengawet, produknya aman untuk dikonsumsi seluruh keluarga. Dengan kandungan tinggi vitamin C, Nutrisari memberikan aneka kandungan multivitamin dan mineral pada semua produknya.

8. Kopi Kapal Api
Pencinta kopi pasti mengenal kopi instan bernama Kopi Kapal Api. Lahir pada 1927, hingga kini merek kopi ini terus berkembang dan melebarkan sayap bisnisnya hingga luar negeri.

Kopi Kapal Api bisa menguasai market sebesar 50% di tanah air. Produknya pun beragam dari Kapal Api Special, Good Day, Kopi ABC, hingga Ceremix.

Nama Kapal Api didapat karena awalnya pendiri berjualan di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur. Kapal Api dijadikan sebagai logo perusahaan karena pada saat itu kapal api merupakan sebuah simbol yang megah dan sukses.

9. Extra Joss
Minuman berenergi di Indonesia juga berkembang pesat pemasarannya. Salah satu yang bisa tembus pasar luar negeri adalah Extra Joss.

Minuman yang mulai dikenal tahun 1994 lalu ini hingga kini masih banyak diminati.

Extra Joss menjadi paling diminati karena pada kala peluncurannya, belum banyak minuman energi yang harganya bisa dijangkau oleh golongan ekonomi menengah ke bawah.

Extra Joss hadir dengan bentuk serbuk dan dikemas di dalam sachet yang membuat harganya lebih terjangkau. Minuman produksi Bintang Toedjoe ini bisa menekan biaya penjualan karena produk tidak memerlukan kemasan botol.

10. Kopiko
Produk Indonesia selanjutnya adalah permen Kopiko. Permen Kopiko adalah produk legendaris, sehingga pantas saja jika sudah mendunia.

Permen yang diproduksi PT Mayora Indah Tbk ini menawarkan cara praktis dan ekonomis bagi para pencinta kopi untuk menikmati kopi di mana saja. Terbuat dari biji kopi terbaik menjadikan permen ini terasa nikmat.

Sudah berhasil menembus pasar di lebih dari 50 negara dunia, ketenaran Kopiko ini sudah tak perlu diragukan. Dari Beneluks, Italia, hingga Portugal, Kopiko begitu diminati.

11. Terry Palmer
Produk handuk dari Indonesia juga ada yang diminati oleh masyarakat luar negeri lho. Terry Palmer adalah salah satunya.

Merek yang berproduksi di Tangerang ini berhasil memproduksi handuk yang diklaim sebagai handuk paling higienis. Produk handuk ini sudah dijual di pasar Jepang, Australia, hingga Amerika dan Eropa.

12.Kacang Dua Kelinci
Dua Kelinci merupakan sebuah merek yang mempersembahkan camilan berupa kacang. Kacang Dua kelinci diproduksi oleh PT Dua Kelinci, perusahaan yang didirikan di Pati, Jawa Tengah, pada 1972.

Diproses dengan teknologi tinggi, produk komoditas kacang asli Indonesia ini sudah melegenda. Bisa menembus pasar luar negeri dan diminati berbagai kalangan, membuat produk Indonesia yang satu ini selalu laris manis.

13. Bagteria
Diciptakan Nancy Go yang merupakan seorang desainer tas dari Indonesia, produk Bagteria telah banyak digunakan para selebritis kelas atas dan sosialita baik dalam dan luar negeri.

Karya dari Bagteria ini selalu eksklusif dan memiliki keunikan tersendiri. Memakai teknik rajut, produk Bagteria yang ada di bawah naungan PT. Metamorfosa Abadi ini terus terjual laris.

Nama Bagteria dipilih dengan harapan tas produknya dapat menyebar dan mewabah di seluruh dunia. Pemasaran produk sudah berhasil menembus pasar Hongkong dan lainnya.

14. JCO Donut
Kalau yang satu ini awalnya sempat dikira produk luar negeri. Merek donat ini dibuka pertama kali di Supermall Karawaci, Tangerang pada 2005 lalu.

Perusahaan dari Johnny Andrean ini kini sukses menembus pasar Malaysia hingga China. Menu sederhana donat dan kopi dari J.CO ini telah berhasil memikat masyarakat. Bahkan berkat adanya J.CO, aneka gerai donat lainnya mulai bermunculan di Indonesia.

15. Buccheri
Buccheri diawali dari sebuah toko kecil di Pasar Baru, Jakarta. Kini telah menjadi sebuah produk fashion sepatu dan tas kulit terkenal yang memiliki lebih dari 90 cabang diseluruh Indonesia.

Merek ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980 oleh PT. Vigano Cipta Perdana. Buccheri kini telah menjadi salah satu industri fasion ternama di dunia.

Menggunakan bahan kulit terbaik dan model yang kekinian, serta menggunakan model iklan bule pada setiap iklannya, maka tidak sedikit orang mengira produk Buccheri ini merupakan brand luar negeri.

16.Silver Queen
Coklat Silver Queen telah lama terkenal di Indonesia. Dengan berbagai jenis produk coklatnya seperti Chunky Bar, Ceres dan sebagainya.

Diproduksi oleh PT. Petra Foods perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Chuang. Perusahaan ini bersaing dengan M&M'S, produsen coklat nomor satu asal Amerika.

Produk-produk Petra Foods sendiri telah merambah di 17 negara di dunia, termasuk Thailand, Jepang, Filipina, Hong Kong, Australia, dan China.

17. Martha Tilaar
Tahun 2013 Martha Tilaar patut berbangga karena salah satu produknya berhasil masuk salah satu pusat perbelanjaan mewah, Debenhams.

Tahun sebelumnya, perusahaan mempersiapkan ekspansi untuk membuka gerai Martha Tilaar Shop di negara tetangga seperti Malaysia, Brunai Darussalam, dan Singapura.

Martha Tilaar mengeluarkan multiproduk baik itu segmen luxury yakni PAC dan Dewi Sri Spa serta consumer mass brand yakni Sari Ayu, Caring Colours, BELIA, Rudi Hadisuwarno Cosmetics, Biocos, Mirabella, dan Cempaka.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak