alexametrics

Pemanfaatan Bonus Demografi Jadi Kunci Hindari Middle Income Trap

loading...
Pemanfaatan Bonus Demografi Jadi Kunci Hindari Middle Income Trap
Ekonom Indef Didik Rachbani mengatakan, pemanfaatan bonus demografi secara maksimal bisa membuat Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Indef Didik Rachbani mengatakan, pemanfaatan bonus demografi secara maksimal bisa membuat Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah atau Middle Income Trap. Jika tidak, maka menurutnya Indonesia akan menjadi negara tua sebelum kaya.

"Negara yang mampu melewati tahapan tersebut adalah negara-negara yang menciptakan nilai tambah internal melalui human capital upgrading atau peningkatan SDM. Hal ini menunjukkan bahwa SDM merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara," jelasnya di Jakarta

Menurutnya, pendidikan adalah proses membangun manusia, mental, sikap budaya, moral, nilai-nilai, nasionalisme dan sejarah. Jadi tidak bisa diperlakukan sebagai bisnis, pasar. "Boleh disebut sebagai investasi manusia, tapi bukan dalam arti investasi modal, barang atau pabrik," katanya.



Pernyataan tersebut, menilik rencana masuknya investasi asing ke sektor pendidikan yang terang dia tidak akan menambah devisa semakin banyak. Diketahui pemerintah saat ini tengah merampungkan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI).

"Yang saya bicarakan adalah masalah konstitusi dimana investasi asing tidak mencakup pendidikan. Kalau asing masuk, nanti campur aduk nilai kita dengan nilai asing yang konflik. Kalau klub sepak bola tidak apa-apa itu hanya melibatkan permainan. Tapi pendikan adalah fondasi mental spritual bangsa," ujar Didik.

Dia pun menegaskan, masalah pendidikan bukan penyebab current account deficit membengkak. Pasalnya CAD membengkak dikarenakan pemerintah banyak melakukan impor sektor komoditas. "Jadi tidak langsung dikaitkan dengan CAD. Terlalu dangkal," tegasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak