alexametrics

Lewat Webinar, 42 Emiten Lakukan Paparan Publik Secara Online

loading...
Lewat Webinar, 42 Emiten Lakukan Paparan Publik Secara Online
Lewat Webinar, 42 emiten lakukan paparan publik secara online. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar paparan publik (public expose) secara langsung yang diikuti oleh 42 emiten (perusahaan tercatat). Paparan publik secara online ini dilakukan melalui aplikasi Webinar.

Direktur Utama BEI, Inarno, menjelaskan Webinar merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengadakan seminar, talk show, diskusi dan kegiatan lainnya secara online melalui sebuah sistem yang disebut Zoom. Sehingga tanpa mengharuskan penggunanya untuk bertatap muka.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini diselenggarakan di berbagai daerah. Ini berlangsung di Main Hall BEI secara live dengan menggunakan Webinar. Dengan demikian investor ritel di segala penjuru bisa melihat paparan publik itu melalui aplikasi," jelas Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/8/2019).



Inarno menuturkan, tujuan diadakannya acara Public Expose Live 2019 ini adalah menempatkan BEI sebagai fasilitator untuk mempertemukan investor dengan emiten, membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan emiten, serta meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja emiten di BEI.

"Selain itu tujuan lainnya adalah menambah basis investor lokal, memberikan fasilitas kepada emiten dalam pemenuhan kewajiban Public Expose Tahunan, serta meningkatkan likuiditas pasar," tuturnya.

Menurutnya, respons yang didapatkan dari para investor sangat baik, tercermin dari jumlah investor yang berpartisipasi dalam paparan publik kali ini sebanyak 700 investor. Inarno menyatakan, kegiatan ini harus mampu dimanfaatkan emiten untuk menjelaskan kinerja keuangan terbaru, serta rencana bisnis jangka menengah dan panjang.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak