alexametrics

Sri Mulyani Akui Sulit Ubah Defisit APBN Jadi Surplus

loading...
Sri Mulyani Akui Sulit Ubah Defisit APBN Jadi Surplus
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku sulit untuk mengubah defisit anggaran menjadi surplus, lantaran pengelolaan APBN tidak diproyeksi untuk dapat melakukannya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku sulit untuk mengubah defisit anggaran menjadi surplus, lantaran pengelolaan APBN tidak diproyeksi untuk dapat melakukannya. Menurutnya yang diperhatikan hanya fokus agar defisit tidak terus melebar, serta bagaimana meningkatkan penerimaan negara.

"Kalau mengelola APBN kita tidak melakukan proyeksi seperti itu. Tapi yang diperhatikan dan terus menerus dikelola bagiamana perkembangan dari perekonomian yang sangat menentukan penerimaan dari perpajakan dan PNBP," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, pendapatan perpajakan negara tentu sangat dinamis dan dipengaruhi oleh komoditas. Hal tersebut tergantung pada nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, situasi perdagangan dunia dan juga harga berbagai komoditas andalan ekspor.



"Karena itu sesuatu yang dinamis,seperti penerimaan pajak yang berbasis komoditas ditentukan nilai kurs, harga komoditas, situasi perdagangan internasional dan pengaruhi APBN baik penerimaan pajak maupun bukan pajak," paparnya.

Mantan direktur bank dunia itu menekankan, bakal mencermati gejolak ekonomi global yang mempengaruhi APBN. Pasalnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia masih akan berlanjut di tahun depan. Menurutnya pemerintah tidak hanya mendesain agar APBN tidak defisit, tetapi bagaimana memberi dampak maksimal bagi masyarakat.

"Kalo dilihat ada perkembangan dan bergerak berbeda dengan basis asumsi yang jadi landasan awal, maka kita harus liat bagaimana tren kedepan apakah ada faktor lain yang bisa mengkompisite sehingga kita akan berupaya mendekatkan pada asumsi awal, terutama sisi pencapaian," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak