alexametrics

Semester I, Laba Bersih PGN Anjlok 69,87%

loading...
Semester I, Laba Bersih PGN Anjlok 69,87%
Laba bersih PGN anjlok 69,87% pada semester I 2019. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada semester I 2019, mencatat pendapatan sebesar USD1,79 miliar. Angka ini turun 6,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD1,92 miliar. Bila dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp14.195 per USD, maka pendapatan PGN mencapai Rp25,4 triliun.

Penurunan pendapatan menyebabkan laba bersih PGN merosot hingga 69,87% menjadi sebesar USD54,04 juta, dibandingkan laba bersih PGN semester I 2018 sebesar USD179,39 juta.

Selain penurunan pendapatan, merosotnya laba bersih, emiten berkode PGAS ini juga disebabkan adanya beban non-cash seperti impairment dan selisih kurs. PGAS mencatat rugi selisih kurs mencapai USD34,07 juta atau meningkat 71,98% jika dibandingkan kerugian kurs tahun sebelumnya yang hanya Rp19,81 juta.



Selama periode Januari-Juni 2019, PGAS mencatatkan beban keuangan USD89,07 juta atau naik 16,58% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, PGAS mencatat penurunan nilai properti minyak dan gas sebesar USD44,18 juta. Tahun lalu emiten pelat merah ini tidak mencatatkan penurunan nilai properti minyak dan gas.

Mayoritas pendapatan PGAS berasal dari hasil penjualan gas sebesar USD1,33 miliar, penjualan minyak dan gas sebesar USD 196,2 juta, transmisi gas sebesar USD163,4 juta dan pendapatan usaha lainnya sebesar USD97,19 juta.

Sementara itu, per 30 Juni 2019, jumlah aset PGAS tercatat USD 7,24 miliar. Jumlah itu terdiri atas liabilitas sebesar USD4,06 miliar dan ekuitas USD3,17 miliar. Selama periode Januari-Juni 2019, PGAS telah menyalurkan gas bumi sebesar 2.938 BBTUD. Angka ini terdiri atas volume gas distribusi sebesar 932 BBTUD dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.006 BBTUD.

"Di tengah tantangan bisnis domestik dan global yang sangat dinamis, PGAS mampu meningkatkan pangsa pasar gas bumi melalui penambahan jumlah pelanggan dan perluasan infrastruktur sebagai sub-holding gas," ujar Sekretaris Perusahaan PGAS, Rachmat Hutama, dalam keterangan resminya, Selasa (19/8/2019).

Hingga saat ini, PGAS telah melayani lebih dari 350.000 pelanggan dengan cakupan infrastrukur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 10.000 km, termasuk jaringan gas untuk melayani sektor rumah tangga sepanjang lebih dari 3.800 km.

Rachmat menambahkan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis, PGN juga akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi yang berkesinambungan.

Tingginya kebutuhan energi di dalam negeri merupakan peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi dan pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah di Indonesia yang berkelanjutan.

Menurut Rachmat, kebijakan pemerintah membangun berbagai infrastruktur telah mendorong munculnya sentra-sentra perekonomian baru di berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai subholiding gas, PGN akan mengambil peran untuk menyediakan energi gas bumi yang terbukti efisien, ramah lingkungan dan sumbernya berada di dalam negeri.

Kebutuhan energi di dalam negeri yang semakin besar menjadi tantangan bagi PGN untuk menyediakan gas bumi yang akan menciptakan multiplier effect luas bagi sektor industri dan ekonomi nasional. Infrastruktur akan tetap menjadi fokus PGN untuk mengalirkan gas bumi dari hulu hingga ke konsumen.

"Selain itu, untuk mewujudkan komitmen penggunaan dan pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah di Indonesia yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak konsumen dalam mewujudkan bauran gas bumi di 2025 sebesar 22%, kami terus berupaya untuk meningkatkan kehandalan kepada pelanggan," jelas Rachmat.

Melalui berbagai insiatif dan inovasi yang terus dilakukan, PGN mengembangkan teknologi infrastruktur beyond pipeline baik berbasis Compressed Natural Gas (CNG) maupun Liquified Natural Gas (LNG) diberbagai wilayah di Indonesia. Salah satu inovasi untuk menjaga ketahanan sustainability pasokan di wilayah Jawa Timur, saat ini PGN akan mengoperasikan LNG di Teluk Lamong, Jawa Timur.

Selain itu, terdapat beberapa infrastruktur utama yang telah dan dalam tahap penyelesaian seperti proyek pipa transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km, jaringan pipa transmisi Gresik-Semarang sepanjang 258 km yang telah mencapai 98%, dan pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 78.216 sambungan dari penugasan pemerintah untuk membantu mengurangi beban impor migas.

Dengan konsistensi dan dukungan stakeholder termasuk regulasi niaga gas bumi, maka PGN mengharapkan dapat menyelesaikan target pemanfaatan gas bumi di masyarakat termasuk program 4,7 juta sambungan di tahun 2025.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak