alexametrics

BNI Siap Bangun Layanan Perbankan Berbasis Digital

loading...
BNI Siap Bangun Layanan Perbankan Berbasis Digital
PT Bank Negara Indonesia (BNI) siap menghadirkan kantor layanan cabang yang berbasis digital untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (BNI) siap menghadirkan kantor layanan cabang yang berbasis digital untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Inovasi tersebut untuk menjawab tantangan pemerintah untuk menerapkan teknologi dalam semua aspek untuk memperkuat pelayanan.

Direktur Manajemen Risiko PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bob Tyasika Ananta mengatakan, inovasi baru ini agar perbankan tidak kalah dengan Financial technology (fintech) yang saat ini sedang berkembang pesat.

"Kita memang banyak melahirkan inovasi baru agar kita tidak ketinggalan dengan fintech yang ada saat ini dan diminati pasar. Kita juga menjawab tantangan pemerintah yang mana layanan perbankan akan bisa digital," ujar Bob Tyasika di Jakarta, Selasa (20/8/2019)



Lebih lanjut Ia pun menegaskan, pembentukan layanan digital ini tidak akan menutup beberapa kantor cabang yang masih konvesional. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan yang berbasis konvesional. "Tapi kita enggak bakal menutup kantor cabang layanan konvensional karena kantor cabang yang konvensioanl masih disukai dan diminati pasar," jelasnya.

Sambung dia menambahkan, BNI juga terus menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih trampil dalam penggunaan teknologi. Pasalnya kemajuan teknologi dan manusia harus sejalan untuk memberikan nilai tambah terhadap perusahaan.

"Perbankan itu mencakup dua hal, satu teknologi dan kedua itu manusia. Tidak bisa one off, kalau misal teknologinya bagus manusianya enggak, tidak bisa optimal. Jadi, manusia dan teknologi harus sejalan," terang dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak