alexametrics

Anggaran Rp221 Triliun dari Penerimaan Pajak Siap Ngucur ke Dunia Usaha

loading...
Anggaran Rp221 Triliun dari Penerimaan Pajak Siap Ngucur ke Dunia Usaha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan akan terus mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan baik dan sehat. Salah satunya dengan meningkatkan penerimaan pajak.

Dia menyebutkan penerimaan pajak menjadi tulang punggung dalam membangun ekonomi Indonesia. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bakal memberikan anggaran Rp221 triliun berasal dari penerimaan pajak untuk bisa dirasakan masyarakat dan para pelaku dunia usaha.

"Kebijakan pajak tidak hanya mengumpulkan tapi juga mengeluarkan untuk menstimulasi dunia usaha dan masyarakat. Kami akan mengeluarkan anggaran Rp221 triliun atau 1,5% dari PDB. Artinya potensi penerimaan Rp221 triliun yang tidak kita ambil dalam rangka untuk memfasilitasi masyarakat dan dunia usaha. Angka ini lebih tinggi dari tahun 2017 yang mencapai Rp196 triliun," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2019).



Menurut Sri Mulyani, reformasi pajak yang diterapkannya saat ini membuat penerimaan pajak menjadi tinggi. Sehingga bisa menciptakan kemandirian fiskal

"Menciptakan kemandirian fiskal, maka reformasi dan kebijakan penerimaan negara jadi penting. Dari sisi penerimaan, kita bisa bagi. Jadi penerimaan perpajakan dimana pajak dan bea cukai jadi tulang punggung penerimaan negara. Untuk bisa terus mendukung kebutuhan negara yang terus meningkat," jelasnya.

Dia pun akan terus memacu penerimaan negara. Salah satunya memperbaiki administrasi sisi perpajakan. Hal ini seiring kondisi ekonomi yang tertekan akibat ketidakpastian ekonomi global yang masih memanas imbas perang dagang.

"Oleh karena itu, kita fokus di reformasi perpajakan. Ini sudah dimulai dan akan terus dilakukan dengan secara fokus dan efektif. Komponen reformasi kebijakan penerimaan negara, terutama pajak dengan melakukan perbaikan administrasi dan database perpajakan," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak