alexametrics

Kesamaan Pengalaman Pahit Bikin Luhut Pede Investasi Indonesia-Afrika Lancar

loading...
Kesamaan Pengalaman Pahit Bikin Luhut Pede Investasi Indonesia-Afrika Lancar
Menko Luhut meyakini hubungan Indonesia-Afrika bakal semakin kuat untuk membuat perdagangan dan investasi kedua negara semakin lancar karena adanya kesamaan pengalaman pahit. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan meyakini hubungan Indonesia-Afrika bakal semakin kuat untuk membuat perdagangan dan investasi kedua negara semakin lancar. Berakhirnya Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 di Nusa Dua, Bali menurut Luhut nantinya bakal menguntungkan.

“Saya bisa merasakannya dimana negara-negara Afrika ini sangat menunggu kita untuk membuka hubungan dan kemarin pun Presiden menegaskan bahwa kita adalah saudara," kata Menko Luhut di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya selama ini negara-negara yang mempunyai kapital besar tidak memiliki latar belakang yang sama dengan Afrikan. Namun lain halnya dengan Indonesia yang pernah mengalami menjadi negara miskin sehingga Luhut yakin bisa menyelesaikan masalah bersama-sama dengan lebih realistis dan melakukan pendekatan dengan hati, karena punya masalah yang sama.



“Saya katakan pada mereka, kita tidak hanya dayang dan ngambil, ngambil, ngambil lalu ekspor. Kami ingin juga ada nilai tambah. Pengalaman pahit seperti bagaimana orang datang investasi ke Indonesia hanya untuk mengambil saja, tidak pernah ada added value dan itu yang kita alami berpuluh-puluh tahun di Indonesia. Karena itulah kita berbagi pengalaman pahit ini kepada mereka agar tidak terulang lagi dan tentu kita juga berbagi pengalaman baik," papar Menko Luhut.

Lebih lanjut Ia mengutarakan, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini pemerintah ingin semua mempunyai nilai tambah. “Banyak investasi ke Indonesia itu hanya ambil hasil raw materiallalu diekspor balik. Di zaman Presiden Joko Widodo itu, kita mulai dengan nilai tambah," jelasnya.

Sambung dia mencontohkan seperti nikel, sekarang itu supply exchange sudah jalan di Morowali dari mulai nikel, stainless steel carbon steelkatoda hingga baterai litium dan nilainya sudah lebih dari sepuluh kali. Sehingga pada tahun depan yaitu 2021, bakal menjadi pengekspor stainless steel terbesar di dunia," ucap Luhut.

Dalam pernyataan bersama tersebut Menko Luhut juga menyinggung Jepang-Africa Forum, dimana Ia tengah mempertimbangkan untuk meminta kepada Jepang agar Indonesia juga bisa masuk lewat forum tersebut.

“Jadi pola seperti ini membuat mereka semua menjadi senang dan permintaan dari mereka tadi pertahanan misalnya, kelima negara tadi yang saya ketemu mereka semua ingin kerjasama. Misalnya pembelian baju-baju seragam militer. Saya sampaikan kami juga menawarkan seragam militer ke NATO, kami punya soft rifle bagus. Kemudian, kapal juga kami punya PT. PAL, serta industri pesawat terbang," ujarnya.

Menko Luhut mengatakan forum ini bisa menjadi tempat bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinannya di kawasan. “Menurut saya ini adalah potensi ini bagus. Ibu Menlu sudah sampaikan coba kita cari sekitar empat atau lima negara yang kita bisa take Jadi segera itu satu. Yang kedua, kita lihat mana potensi-potensi energi, minyak atau mineral yang bisa kita secure tapi harus ada added value nya tadi sehingga dengan begitu kita bisa maju,” tegasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak