alexametrics

Sri Mulyani Akui Daya Saing RI Masih Kalah dengan Negara Tetangga

loading...
Sri Mulyani Akui Daya Saing RI Masih Kalah dengan Negara Tetangga
Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan mendorong perbaikan kualitas SDM guna meningkatkan daya saing nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan, Indonesia tak bisa berpuas dengan pencapaian ekonomi saat ini. Dia mengatakan, Indonesia masih harus terus memperbaiki daya saingnya.

"Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, mereka punya daya saing lebih baik dari Indonesia," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Seperti diketahui, Standard and Poor's (S&P) Global menaikkan peringkat kredit Indonesia menjadi BBB dari sebelumnya BBB- outlook stabil. Laporan Bank Dunia juga mencatat peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) Indonesia kini berada di 73 dari 190 negara di dunia.



Selain itu, berdasarkan laporan lembaga riset CB Insights Indonesia memiliki unicorn atau startup dengan valuasi diatas USD1 miliar, yakni Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Bahkan, memiliki decacorn, startup dengan valuasi lebih dari USD10 miliar, yakni Go-Jek. "Tapi itu semua tidak boleh membuat kita terlena," tegas Menkeu.

Oleh sebab itu, menurutnya, Indonesia perlu memperbaiki kualitas sumber daya manusia untuk mampu bersaing di kancah global. Kata dia, dari sisi indeks pengetahuan Indonesia masih berada di peringkat 61, kalah dengan Filipina dan Singapura. "Mereka peringkatnya itu single digit. Jadi ini bukan peringkat yang bagus, di mana tetangga masih di atas kita," imbuh dia.

Oleh sebab itu, sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah kedepannya. Beragam program pemerintah dan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusia.

"Indonesia perlu memperbaiki sumber daya manusia, itu dilakukan melalui pendidikan dan kesehatan. Juga jaring pengaman sosial, yakni fokus ke masyarakat yang paling rapuh, 20% terbawah yang dapat subsidi dan PKH (Program Keluarga Harapan)," jelasnya
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak