alexametrics

Pedasnya Harga Cabai Diproyeksi Bikin Inflasi Agustus Capai 0,2%

loading...
Pedasnya Harga Cabai Diproyeksi Bikin Inflasi Agustus Capai 0,2%
Bank Indonesia (BI) memprediksi angka inflasi pada Agustus 2019 berada di kisaran 0,2% secara bulanan (month to month) sedangkan secara tahunan 3,52%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi angka inflasi pada Agustus 2019 berada di kisaran 0,2% secara bulanan (month to month) sedangkan secara tahunan 3,52%. Hasil ini berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan bank sentral selama minggu ketiga bulan ini.

"Survei pemantauan harga minggu ketiga Agustus untuk kita perkirakan inflasi 0,2% mtm, jika yoy 3.52%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Beberapa komoditas pangan tercatat masih menjadi penyumbang terbesar inflasi. Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di antaranya seperti cabai merah, cabai rawit yang belakangan harganya melonjak sangat tinggi pada beberapa wilayah di Indonesia. Namun Perry menegaskan harga cabai yang mahal hanya bersifat temporer.



"Kami melihat memang ini kenaikan harga khsusunya cabai lebih temporer karena musimnya, meskipun hasil pemantauan dari kantor perwakilan 46 kantor, diperkirakan 2 bulan lagi ada kenaikan produksi. Di Sumut ada banyak tapi dijual ke daerah lain," jelasnya

Selain cabai, terdapat beberapa komoditas lain yang menyumbang inflasi di bulan ini, Antara lain emas perhiasan 0,07%, cabai rawit 0,05% dan air minum PDAM 0,01%. Perry mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait lainnya untuk mengantisipasi pasokan komoditas pangan di tengah musim kemarau ini.

Perry menambahkan, pihaknya juga mencatat ada sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang deflasi yakni salah satunya komponen tarif angkutan udara. "Jadi sekali lagi masih sesuai dengan apa yang ditargetkan pemerintah, dan Alhamdullilah inflasi tetap rendah," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak