alexametrics

Ini Penyebab Terbesar Klaim Asuransi Pertanian di Sumsel

loading...
Ini Penyebab Terbesar Klaim Asuransi Pertanian di Sumsel
Ilustrasi asuransi pertanian. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Jasindo mengungkap sejumlah penyebab terbesar klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dalam empat tahun terakhir. Petani lahan pasang surut di Sumatra Selatan mengaku bisa mengembangkan Indeks Pertanian (IP) 200 karena ada AUTP.

"Kami terima kasih kepada Jasindo. Kami sudah 4 tahun bermitra menjadi pengguna AUTP, sejak tahun 2016. Selama 4 tahun itu, setiap kami tanam padi IP 100 sukses, namun saat tanam IP 200 selalu gagal sehingga kami selalu klaim asuransi ke Jasindo. Baru tahun 2019, IP 200 kami sukses sehingga tidak ada klaim ke asuransi Jasindo tahun ini," kata Sayuti petani padi di Ogan Kemiring Iring (OKI) Sumatra Selatan pada Apresiasi Permodalan dan Asuransi Pertanian yang dilaksanakan Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan.

Relation Manager Program Pemerintah di Grub Head Asuransi Pertanian, Mikro dan Program Pemerintah PT Jasindo, Erwin Arys Sasongko, mengungkapkan klaim Asuransi AUTP di Sumatra Selatan selama 2019 sudah mencapai Rp3,5 miliar. Sementara premi AUTP dari petani yang diterimanya baru Rp835 juta.



Penyebab klaim terbesar di Sumsel, ungkap Erwin adalah banjir 51%, kekeringan 1%, OPT tikus 27%, OPT Wereng Batang Coklat 10%, OPT Kerdil Rumput atau Kerdil Kuning 4% dan OPT tungro 7%.

Secara nasional, lanjut Erwin, selama empat tahun nilai klaim dan penyebab klaim terbesarnya adalah hama penyakit dan kebanjiran. Pada tahun 2015, klaim AUTP sebesar Rp22,5 miliar.

Penyebab klaimnya banjir 44%, kekeringan 4% dan hama penyakit 52%. Pada tahun 2016, nilai klaim AUTP sebesar Rp79,2 miliar. Penyebab klaimnya banjir 33%, kekeringan 7% dan hama penyakit 60%.

Pada tahun 2017, nilai klaim AUTP sebesar Rp144,5 miliar. Penyebab klaimnya banjir 27%, kekeringan 9% dan hama penyakit 64%.

Pada tahun 2018, nilai klaim AUTP sebesar Rp66,05 miliar. Penyebab klaim AUTPnya banjir 26%, kekeringan 29%, OPT blast 4%, OPT kerdil rumput 2%, OPT penggerek batang 3%, OPT tikus 26%, OPT wereng batang coklat 7% dan lain-lain 3%.

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Indah Megahwati, menjelaskan tahun ini, pemerintah menyediakan dana anggaran sebesar Rp163,2 miliar untuk Asuransi Pertanian tahun 2019.

"Anggaran tersebut disalurkan untuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebesar Rp144 miliar dan Asuransi Usaha Ternak Sapi atau Kerbau (AUTS/K) sebesar Rp19,2 miliar," kata Indah Megahwati, Jumat (23/8/2019).

Program asuransi yang dimulai sejak 2015 ini besaran preminya Rp180 ribu per hektar per musim. Dari jumlah premi itu, yang dibayar oleh petani hanya 20% atau Rp36 ribu per hektar per musim. Sedangkan 80% sisanya (Rp144 ribu) dibayarkan pemerintah (subsidi).

"Nilai pertanggungannya (klaim) yang akan diterima petani sebesar Rp6 juta per hektar," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak