alexametrics

Tol Manado-Bitung Pacu Pengembangan Destinasi Wisata di Sulut

loading...
Tol Manado-Bitung Pacu Pengembangan Destinasi Wisata di Sulut
Jalan tol Manado-Bitung dibangun dengan nilai investasi total Rp5,12 triliun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pulau Bunaken di Sulawesi Utara (Sulut) sudah lama dikenal sebagai destinasi kelas dunia yang menawarkan keindahan pemandangan bawah lautnya.

Pemerintah mendorong berkembangnya destinasi wisata baru lainnya di Sulut seperti Pulau Lembeh. Seperti dukungan Kementerian PUPR melalui pembangunan jalan tol Manado-Bitung 39,9 Km yang tidak hanya mempercepat akses ke Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Likupang namun juga angkutan logistik yang menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

“Tol Manado dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi total Rp5,12 triliun. Tol Manado-Bitung akan menjadi jalan alternatif sehingga mengurangi beban jalan arteri nasional yang kondisinya semakin padat akibat pertumbuhan jumlah kendaraan dan aktivitas perekonomian,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Jumat (23/8/2019).



Peningkatan ketersedian air juga menjadi hal penting di Sulawesi Utara. Kementerian PUPR tengah membangun Bendungan Kuwil Kawangkoan yang berada di Kabupaten Minahasa Utara, Manado.

Bendungan tersebut mempunyai manfaat untuk pengendalian banjir kota Manado sebesar 470 m3/detik. Selain itu juga menjadi penyediaan sumber air baku sebesar 4,5 m3/detik wilayah Manado, Minahasa dan khususnya untuk melayani KEK di Kota Bitung.

Selain akses dan ketersediaan air, telah dibangun Rumah Susun (Rusun) diperuntukkan bagi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado.

Rusun tersebut merupakan sarana yang diberikan Kementerian PUPR untuk menunjang tempat tinggal layak bagi mahasiswa perantau yang datang untuk menuntut ilmu di IAIN Manado.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak