alexametrics

Sebulan Lagi, Wonderful Indonesia Keliling 6 Kota di Amerika

loading...
Sebulan Lagi, Wonderful Indonesia Keliling 6 Kota di Amerika
Ilustrasi wisatawan mancanegara (wisman) menikmati keindahan pantai di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Foto/Dok Kemenpar
A+ A-
JAKARTA - Upaya mempromosikan Wonderful Indonesia (WI) untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terus dilakukan dengan mengoptimalkan peran semua stakeholders.

Kali ini, Perkumpulan Alumni Big Ten di Indonesia yang akan membawa WI keliling enam kota di Amerika Serikat (AS) melalui ajang bertajuk "Indonesia Culture Caravan (ICC) 2019".

Penyelenggaraan ICC 2019 merupakan rangkaian peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI-AS. Menggandeng Sekolah Bogor Raya, selama dua pekan mulai 27 September hingga 9 Oktober 2019, sebanyak 27 delegasi akan menampilkan kesenian gamelan Sunda dan Jawa serta tarian tradisional di enam kota di Midwest AS.



Mereka akan tampil di enam universitas, diantaranya Northern Illinois University (Chicago), Winconsin University (Madison), Indiana University (Bloomington), dan University of Michigan (Ann Arbor). Sebagai informasi, Perkumpulan Alumni Big Ten di Indonesia sendiri merupakan perkumpulan alumni AS terbesar dari 14 universitas di wilayah AS bagian tengah.

Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata Indroyono Soesilo mengapresiasi misi kebudayaan yang diselenggarakan atas kerjasama masyarakat dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional.

"Hal penting dari misi budaya ICC ini adalah mempromosikan Wonderful Indonesia," ujarnya saat menerima delegasi ICC di kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Jakarta.

Menurut Indroyono, para delegasi berangkat atas inisiatif dan biaya sendiri. Adapun Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam hal ini memberikan dukungan untuk promosi, termasuk sarana promosi seperti video dan merchandise WI yang akan dibagikan di kampus-kampus di Negeri Paman Sam.

Ajang yang didukung KJRI Chicago ini juga diharapkan mempererat hubungan masyarakat di kedua negara atau people-to-people contact, disamping mempererat kerja sama para alumni Big Ten Indonesia dan Sekolah Bogor Raya dengan mahasiswa yang sedang belajar di AS.

"Meskipun AS belum masuk lima besar negara penyumbang wisman bagi Indonesia, dengan ajang seperti ini promosi bisa lebih cepat dengan anggaran lebih efisien. Jangan abaikan juga peran dari people-to-people contact," tandas Indroyono.

Sebagai catatan, AS merupakan salah satu negara (pasar) potensial bagi Indonesia. Tahun ini Indonesia memproyeksikan kunjungan wisman sebanyak 18,5 juta wisman. Target tersebut diharapkan disumbang oleh terutama pasar potensial, antara lain China dengan target 3,5 juta wisman, Eropa (2,5 juta), India (820.000), Jepang (720.000), AS (560.000), Timur Tengah dan Arab Saudi (320.000), Taiwan (310.000) dan Hongkong (130.000).

Konjen RI Chicago Rosmalawati Chalid mengungkapkan, pertunjukan budaya secara tidak langsung mendorong pariwisata. Contohnya pentas seni gamelan yang selalu mengundang animo tinggi penonton di Chicago.

"Dalam konteks promosi, budaya dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Program seperti ICC ini sangat positif untuk promosi wisata Indonesia. Jumlah turis AS ke Indonesia tahun lalu 380.000 atau naik 12%. Tahun ini diharapkan naik menjadi 500.000-an wisman," ungkapnya.

Dia menambahkan, sejumlah kampus di Chicago memiliki kelompok gamelan, dan Indonesia berkepentingan memelihara kelangsungan kelompok gamelan tersebut.

"Perlu semacam insentif untuk mereka belajar lebih jauh mengenai Indonesia. Kalau ingin mendongkrak minat mereka, kita harus memelihara kontak budaya RI-AS," pungkasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak