Pos Giro Cash PT Pos Indonesia Raih Prominent Awards
Senin, 12 Agustus 2024 - 15:26 WIB
loading...
Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Haris usai menerima Prominent Award dalam kategori Excellent Innovation in Digital Financial Social Economic Mover, Jumat (9/8/2024). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Aplikasi Pos Giro Cash (PGC) dari PT Pos Indonesia (Persero) berhasil meraih Prominent Award dalam kategori Excellent Innovation in Digital Financial Social Economic Mover. Acara yang digelar di Jakarta, Jumat (9/8/2024) ini dihadiri Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Haris.
Acara ini ekslusif dan selektif hanya diikuti 25 penerima penghargaan dengan 5 klaster. Yakni BUMN, swasta, emiten dan badan usaha lainnya plus klaster CSR-SDGs- Filantropi dan klaster Special Achievement. Baca juga: Penyaluran Bansos di Denpasar Lancar, Pendamping PKH Apresiasi Pos Indonesia
Prominent Awards tahun ini mengusung tema Untukmu Indonesia, senada dengan judul lagu karya Guruh Soekarnoputra yang dibawakan Intan Soekotjo di acara ini. ”Ajang lomba berbuat baik untuk negeri dalam bentuk penghargaan ini diberikan khusus untuk para korporasi yang berprestasi dan mempunyai kontribusi positif untuk bangsa,” kata CEO PT Cahaya Hati Sukses Arief Hidayat Thamrin, sebagai founder Prominent Awards.
PT Pos Indonesia (Persero) mendapatkan Prominent Awards pada Klaster BUMN dalam Kategori Excellent Innovation in Digital Financial for Social Economic Mover. Melalui aplikasi Pos Giro Cash (PGC), Pos Indonesia dianggap sukses membantu penyaluran program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah dan ikut serta menggerakan kehidupan sosial dan roda ekonomi rakyat.
”Aplikasi PGC ini sukses membantu pemerintah dan diapresiasi Presiden Jokowi dalam penyaluran bansos dengan cepat, tepat dan akuntabel,” kata Haris usai menerima penghargaan.
Hal ini memberi dampak positif terhadap kemanfaatan program pemerintah untuk masyarakat. Kinerja dan indikator keberhasilan PGC dalam penyaluran Bansos diukur dengan 3 out put. Pertama, realisasi penyaluran bansos untuk tiap program senantiasa di atas 97-99% (success rate di atas 97%).
Kedua, jumlah rata-rata penyaluran per hari mencapai 1-2 juta KPM per hari, bahkan pernah menembuh 3 juta dalam satu hari. Ketiga, penyelesaian penyaluran Bansos relatif cepat, dalam waktu 1-3 minggu dapat diselesaikan untuk sekitar 20 juta KPM.
Acara ini ekslusif dan selektif hanya diikuti 25 penerima penghargaan dengan 5 klaster. Yakni BUMN, swasta, emiten dan badan usaha lainnya plus klaster CSR-SDGs- Filantropi dan klaster Special Achievement. Baca juga: Penyaluran Bansos di Denpasar Lancar, Pendamping PKH Apresiasi Pos Indonesia
Prominent Awards tahun ini mengusung tema Untukmu Indonesia, senada dengan judul lagu karya Guruh Soekarnoputra yang dibawakan Intan Soekotjo di acara ini. ”Ajang lomba berbuat baik untuk negeri dalam bentuk penghargaan ini diberikan khusus untuk para korporasi yang berprestasi dan mempunyai kontribusi positif untuk bangsa,” kata CEO PT Cahaya Hati Sukses Arief Hidayat Thamrin, sebagai founder Prominent Awards.
PT Pos Indonesia (Persero) mendapatkan Prominent Awards pada Klaster BUMN dalam Kategori Excellent Innovation in Digital Financial for Social Economic Mover. Melalui aplikasi Pos Giro Cash (PGC), Pos Indonesia dianggap sukses membantu penyaluran program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah dan ikut serta menggerakan kehidupan sosial dan roda ekonomi rakyat.
”Aplikasi PGC ini sukses membantu pemerintah dan diapresiasi Presiden Jokowi dalam penyaluran bansos dengan cepat, tepat dan akuntabel,” kata Haris usai menerima penghargaan.
Hal ini memberi dampak positif terhadap kemanfaatan program pemerintah untuk masyarakat. Kinerja dan indikator keberhasilan PGC dalam penyaluran Bansos diukur dengan 3 out put. Pertama, realisasi penyaluran bansos untuk tiap program senantiasa di atas 97-99% (success rate di atas 97%).
Kedua, jumlah rata-rata penyaluran per hari mencapai 1-2 juta KPM per hari, bahkan pernah menembuh 3 juta dalam satu hari. Ketiga, penyelesaian penyaluran Bansos relatif cepat, dalam waktu 1-3 minggu dapat diselesaikan untuk sekitar 20 juta KPM.
Lihat Juga :