alexametrics

Kembangkan Usaha, Cashlez Siap IPO di 2020

loading...
Kembangkan Usaha, Cashlez Siap IPO di 2020
Manajemen PT Cashlez Worldwide Indonesia saat berkunjung ke Gedung SINDO di Jakarta, Selasa (27/8/2019). Foto/Dok. SINDO
A+ A-
JAKARTA - PT Cashlez Worldwide Indonesia (Cashlez), perusahaan agregator finansial teknologi (fintech) pembayaran berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada awal 2020 dengan mengincar dana lebih dari Rp100 miliar.

Founder and CEO Cashlez Worldwide Indonesia Teddy Setiawan Tee mengatakan perseroan optimis dengan kondisi pasar modal pada tahun depan. Pasalnya, pada awal 2020 diproyeksi terdapat banyak aliran modal asing yang akan masuk ke Tanah Air.

"Tahun depan akan ada shifting uang yang datang ke Asia, karena dampak trade war dua negara yaitu China dan AS, ini saat yang tepat untuk IPO," kata Teddy saat berkunjung ke Gedung SINDO di Jakarta, Selasa (27/8/2019).



Perseroan sebelumnya berencana melantai di bursa efek pada akhir tahun ini, namun untuk lebih memantapkan aksi korporasi tersebut, rencana ini harus ditunda pada awal tahun 2020. Nantinya Cashlez akan menggunakan buku September 2019 untuk pengajuan proses IPO ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan target dana IPO yang diperoleh mencapai lebih dari Rp100 miliar.

"Dana dari IPO tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi satu perusahaan yang bergerak dibidang sistem pembayaran integrated, industrinya sama tapi konsentrasinya berbeda, perusahaan ini telah bekerjasama dengan Bank DKI dan MRT," papar dia.

Teddy menjelaskan, Cashlez mempunyai visi memberdayakan para pelaku UMKM agar bisa naik kelas dengan pemanfaatan teknologi. Di sisi lain, Cashlez juga mendukung pemerintah dalam mencanangkan program transaksi pembayaran non tunai. Sejumlah layanan Cashlez diantaranya Cashlez mPOS (Mini POS) yaitu memberikan fitur aplikasi kasir secara gratis yang mempermudah bisnis UMKM. Fitur ini digunakan untuk memasukan dan mengkategorikan seluruh barang dagang dan harga ke dalam aplikasi.

Fitur lainnya yaitu Cashlez Pay yang menerima berbagai macam metode pembayaran non-tunai baik swipe, dip, contactless, serta scan barcode (QR Payment). Cashlez bisa digunakan dengan Gopay, OVO, LinkAja, Visa, MasterCard, GPN, dan lain sebagainya. Fitur ketiga yakni Cashlez Reporting, yaitu sistem back office yang lengkap. Dimana para pelaku UMKM bisa mengetahui seluruh transaksi tanpa mencatat secara manual. Selain itu mereka bisa juga mendapat laporan penjualan harian yang dikirim ke e-mail.

"Hingga saat ini jumlah merchant yang telah terdaftar sebanyak 6.000, yang aktif sekitar 4.000, transaksi pembayaran melalui Cashlez juga terus mengalami peningkatan, saat ini tercatat sekitar Rp300 miliar transaksi pembayaran perbulan, sepanjang tahun ini kami menargetkan Rp4 triliun transaksi pembayaran atau tumbuh hingga tiga kali lipat dibanding tahun lalu," ujar Teddy.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak