alexametrics

Tidak Benar Harga Bawang Merah di Bantul Anjlok

loading...
Tidak Benar Harga Bawang Merah di Bantul Anjlok
Tim BKPKementan merespons cepat membantu membeli bawang merah petani sebanyak banyaknya, untuk didistribusikan ke Toko Tani Indonesia (TTI) melalui TTIC (Centre) di Jakarta.
A+ A-
YOGYAKARTA - Berita anjloknya harga bawang merah yang mencapai Rp5.000/kg, sampai adanya aksi petani bagi-bagi bawang merah gratis kepada masyarakat di Kabupaten Bantul beberapa hari lalu yang diberitakan salah satu media nasional, menggugah perhatian Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, sehingga turun langsung ke lokasi.

Tim BKP yang datang bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi DI Yogyakarta merespons cepat membantu membeli bawang merah petani sebanyak banyaknya, untuk didistribusikan ke Toko Tani Indonesia (TTI) melalui TTIC (Centre) di Jakarta.

Sesampai di lokasi yaitu di desa Srigading Kecamatan Sanden, Tim tidak melihat tumpukan bawang merah hasil panen di pinggir-pinggir jalan, maupun rumah-rumah petani. Harga bawang merah di petani masih tergolong wajar Rp15.000/kg, karena saat ini musim panen bawang merah.



"Sebenarnya kami sudah siap untuk membantu petani bawang merah Bantul dengan menurunkan staf ke lapangan. Rencananya kami akan membeli bawang merah dengan harga wajar dan tidak merugikan petani, terus kami distribusikan ke outlet Toko Tani Indonesia ( TTI) di Jabodetabek atau melalui Gelar Pangan Murah ke beberapa tempat," ungkap Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri.

Kepala Seksi Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi DI Yogyakarta Sumaryatin yang turut mendampingi Tim BKP ke lapangan mengatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan hal yang sama dengan BKP pusat, yaitu akan membantu menyerap bawang merah petani meskipun tidak banyak. "Malah pasokan bawang merah di TTIC Provinsi DI Yogyakarta pun selama ini mendapat pasokan rutin dari Gapoktan Ngudi Makmur Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul," jelas Sumaryatin.

Dalam kunjungan lapang Tim BKP juga didampingi Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Kabupaten Bantul, Suroto yang selalu pro aktif membantu petani bawang merah. "Sekitar dua minggu lagi di Desa Srigading akan mulai panen meskipun hasilnya tidak maksimal, karena terkena serangan hama penyakit," jelas Suroto.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Siti Nurjanah turut menjelaskan kondisi pertanaman bawang merah saat ini. "Hamparan pertanaman bawang merah pada MT II ini hasilnya menurun, karena terserang penyakit pucuk kering dan bercak ungu. Kalau biasanya bisa panen 15-20 ton/ha, nanti diperkirakan hanya akan mencapai 12 ton/ha," jelasnya.

Petugas lainnya yang turut hadir adalah Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman, Sunardi. "Luas areal pertanaman bawang merah di Desa Srigading yaitu 150 ha, kurang lebih 35 ha ditanam di lahan pasir dan sebagian besar ditanam di lahan sawah. Dua minggu lalu di lahan pasir sudah panen tapi karena areal pertanaman terkena serangan hama penyakit, sehingga hanya 3,5 ha yang bisa dipanen dengan kualitas kurang bagus," jelas Sunardi.

Tim BKP tidak hanya mengunjungi petani bawang merah di Desa Srigading, tapi juga melakukan kunjungan ke Gapoktan Ngudi Makmur Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Tekad baik dari BKP untuk membantu petani bawang merah di Kabupaten Bantul, akan direalisasikan pada saat panen mendatang.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak