alexametrics

Belanja untuk Gaya Hidup 4S, Milenial Dorong Pertumbuhan Ekonomi

loading...
Belanja untuk Gaya Hidup 4S, Milenial Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi akan dimotori oleh meningkatnya pengaruh dan kemampuan belanja kaum milenial. Foto/SINDOnews/Inda Susanti
A+ A-
JAKARTA - PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) mengantisipasi bahwa generasi milenial Indonesia akan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya konsumsi pribadi kelas menengah dan daya beli yang kuat.

Bank memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia secara konsisten masing-masing sebesar 5,1% pada tahun 2019 dan 5,2% pada tahun 2020, di tengah gejolak ekonomi global saat ini.

Bank UOB membagikan pandangannya pada seminar tahunan UOB Indonesia Economic Outlook yang diadakan hari ini secara serentak di Jakarta, Surabaya dan Medan melalui siaran langsung konferensi video. Tema tahun ini adalah ‘Unleashing the Most Powerful Growth Engine–The Consuming Class’.



Berbicara kepada lebih dari 1.000 nasabah UOB adalah Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja mengatakan bahwa fundamental Indonesia yang kuat mencakup ekspor bersih, investasi, dan konsumsi pribadi.

Sementara, pendorong pertumbuhan ekonomi utama masih tetap bertumpu pada konsumsi pribadi, yang mencapai lebih dari 50% PDB Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Pertumbuhan ini akan dimotori oleh meningkatnya pengaruh dan kemampuan belanja kaum milenial, serta berbagai solusi yang diciptakan oleh berbagai perusahaan untuk melayani kebutuhan digital dan preferensi konsumsi generasi milenial yang semakin besar," ujar Enrico di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Enrico mengatakan bahwa naiknya tingkat pendapatan dan kemampuan belanja kaum milenial ini diyakini dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan data Riset Ekonomi UOB Indonesia tentang tingkat pendapatan berbagai segmentasi populasi antara tahun 2010-2019, pendapatan riil kaum milenial tumbuh 8,6% per tahun secara tingkat pertumbuhan bertahap (compound annual growth rate).

Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan antara 3%-5% pada kelompok demografi lainnya.

“Kaum milenial Indonesia dewasa ini menghabiskan hingga 50% pendapatannya pada ‘Gaya Hidup 4S’, yaitu Sugar (makanan dan minuman), Skin (perawatan tubuh dan kecantikan), Sun (liburan dan hiburan), dan Screen (konsumsi layar digital). Seiring dengan meningkatnya pembelanjaan kaum milenial yang dibarengi oleh kenaikan pendapatan, kami berharap generasi ini akan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia," tambahnya.

Meningkatnya pendapatan dan jenis pilihan pembelanjaan generasi milenial turut membuka kesempatan bagi para pebisnis dalam memenuhi kebutuhan segmen populasi ini, yang tentunya juga akan berkontribusi pada pertumbuhan bisnis mereka.

“Sementara Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan positif, kami mengantisipasi tingkat pertumbuhan yang tetap rendah sebesar 0,1% dari tahun ini hingga 2020, seiring dengan ketegangan hubungan dagang yang terjadi di tingkat global," pungkas Enrico.

Lebih jauh lagi, reformasi ekonomi yang diterapkan pada akhir siklus komoditas belum menampakkan hasil yang utuh bagi Indonesia.

"Pada jangka menengah, faktor-faktor seperti reformasi keberlanjutan di bidang ekspor manufaktur dan kebijakan investasi, serta pembelanjaan fiskal yang hati-hati akan membantu menjaga ekonomi dalam mencapai target pertumbuhan pemerintah sebesar 6% di tahun 2024,” tuturnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak