alexametrics

Manager Forum XLI MNC Group

Sri Mulyani Ingatkan Indonesia Jangan Terjebak Menua Sebelum Kaya

loading...
Sri Mulyani Ingatkan Indonesia Jangan Terjebak Menua Sebelum Kaya
Menkeu RI Sri Mulyani mengingatkan Indonesia jangan sampai mengalami menua sebelum kaya, karenanya harus memanfaatkan momentum bonus demografi. Hal ini disampaikan saat Manager Forum XLI MNC Group di Inews Tower, Jakarta. Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani mengingatkan, meskipun ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, akan tetapi masih harus waspada karena Indonesia tidaklah imun atau kebal terhadap lingkup ekonomi yang negatif. Lantaran itu menurutnya Indonesia jangan sampai kehilangan momentum untuk memanfaatkan bonus demografi.
"Kita harus mengingat bahwa situasi global yang tidak pasti ini tentunya akan berdampak pada ekonomi kita. Namun ada beberapa konsekuensi jika kita gagal hadapi tantangan-tantangan yang ada," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam Manager Forum XLI MNC Group di Inews Tower, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
(Baca Juga: Manager Forum XLI MNC Group, Sri Mulyani: Ekonomi RI Kuat Hadapi Gejolak Global)
Ia mengingatkan, supaya Indonesia jangan sampai mengalami "menua sebelum kaya", seperti yang dihadapi oleh China saat ini karena One Child Policy-nya. "Indonesia akan kehilangan momentum jika tidak segera memanfaatkan bonus demografi, karena struktur penduduk berubah dengan sangat cepat," tambah Sri.

Selain itu, Sri Mulyani menegaskan jangan sampai pertumbuhan ekonomi rendah menjadi "New Normal" di Indonesia. Jika output gap semakin mengecil, pertumbuhan ekonomi 5% bisa menjadi pertumbuhan ekonomi "normal" tanpa mampu tumbuh lebih tinggi lagi.

"Kita juga masih ada potensi terjebak di dalam Middle Income Trap, karena pembangunan selama ini belum mampu membawa Indonesia ke kategori negara maju. Kita perlu menggenjot produktivitas masyarakat," ujarnya lebih lanjut.



Menkeu juga menjelaskan, meskipun ekonomi digital sedang menguat namun masih ada potensi Indonesia tertinggal dalam global value chain. "Industri 4.0 ini mengubah global value chain, yang harus diantisipasi dengan pengembangan di bidang teknologi dan inovasi," tutupnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak