alexametrics

HT Ajak Pemerintah Ikut Bantu Penguatan Modal Startup Lokal

loading...
HT Ajak Pemerintah Ikut Bantu Penguatan Modal Startup Lokal
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengingatkan pemerintah untuk ikut membantu penguatan startup lokal agar tidak dikuasai sepenuhnya oleh pihak asing. Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengingatkan, Indonesia harus membatasi impor ketika dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China bisa menggerus ekspor. Selain itu HT juga mengajak pemerintah ikut membantu penguatan startup lokal.

Terlebih lagi China merupakan salah satu pembeli terbesar di skala global, maka apabila ekonomi Negeri Tirai Bambu -Julukan China- melambat maka otomatis ekspor Indonesia terhambat. "Ekonomi Indonesia harus domestic-centric, jangan kebanyakan impor, ini akan berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," ujar Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam Manager Forum XLI di Inews Tower, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Lebih lanjut Ia juga mengingatkan pemerintah untuk ikut membantu penguatan startup lokal serta dapat mencegah masuknya pendanaan pihak asing. HT menerangkan, menurutnya perlu membentuk venture capital lokal dengan mengumpulkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, lokal, hingga bisnis individu dalam venture itu. "Jadi kalau ada startup lokal dan mereka perlu modal, bisa ke venture capital itu," lanjutnya.



HT menegaskan, langkah tersebut supaya startup-startup karya Anak Bangsa jangan sampai jatuh ke tangan asing. "Saat ini, para unicorn kita hampir semua masuk asing. Jangan sampai ecomomy digital tumbuh di Indonesia, tapi kepemilikannya di tangan asing," tegas HT.

Mengutip Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, ekonomi Indonesia diklaim tahan banting meski dilanda ketidakpastian global. HT juga mendukung industrialisasi, karena itu diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja, supaya sektor manufaktur bisa mengimbangi sektor jasa. "Resourcesnya kuat, ekspor kita banyak ditopang oleh komoditas. Sayangnya sektor non migas kita menurun," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak