alexametrics

OJK Ingatkan Generasi Milenial Agar Tak Terjebak Investasi Bodong

loading...
OJK Ingatkan Generasi Milenial Agar Tak Terjebak Investasi Bodong
OJK mengajak generasi milenial makin rajin berinvestasi namun juga berhati-hati dalam melakukannya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan(OJK) meminta masyarakat, khususnya generasi milenial untuk berhati-hati dan waspada dalam menerima tawaran investasi. Investasi pada dasarnya memerlukan kehati-hatian sehingga lebih baik didampingi perencana keuangan (financial planner) atau pun manager investasi.

"Investasi bodong masih menjadi isu yang terus muncul, dan hingga saat ini, OJK sudah menerima lebih dari 4.000 korban yang mengirimkan aduannya," ujar Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank(IKNB) II OJK Ihsanuddin di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Secara khusus, OJK mengajak generasi milenial untuk meningkatkan minat dalam berinvestasi. Pasalnya, generasi melek teknologi informasi ini terbilang mudah mencari pendapatan, namun juga cenderung konsumtif.



"Mereka ini lebih mengutamakan kepentingan daripada kebutuhan," ujar Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sondang Martha Samosir. Akibatnya, pada tahun 2020, diprediksi sebesar 95% milenial tidak mampu membeli rumah sehingga terancam menjadi tunawisma. Generasi milenial juga lebih senang menyewa dibandingkan membeli properti.

Berdasarkan survei OJK di tahun 2016, literasi keuangan generasi milenial masih rendah di bawah 35%. Di sisi lain, di era serba digital saat ini, generasi milenial dinilai rentan menjadi korban investasi bodong ketika mereka mulai tertarik untuk berinvestasi.

"Banyak dari mereka terjebak investasi bodong, karena mereka tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik, tidak ada tujuan keuangan jangka panjang, dan penempatan instrumen investasinya tidak tepat," terangnya.

Oleh karena itu, Sondang mengimbau para milenial untuk mengenal 2L, yaitu Legal dan Logis. "Legal, pastikan ada institusi yang mengawasinya, dan logis, pastikan bahwa tawarannya masih masuk akal," jelasnya.

Sondang mengatakan, naluri manusia cenderung tamak sehingga mudah terjebak tawaran investasi yang terdengar sangat menggiurkan. "Hubungi Kontak 157 OJK untuk memastikan legalitasnya," imbuh Sondang.

Untuk kebutuhan investasi, lanjut dia, OJK telah menyediakan banyak instrumen investasi sejak dini. Dia memaparkan, untuk usia dini, ada SimPel dengan setoran awal murah, bebas biaya admin, dan mendorong budaya menabung. Untuk usia dewasa, OJK menyediakan Reksadana Mikro, Nabung Saham, Asuransi Jiwa Unit Link, SiMUDA RumahKu, SiMUDA InvestasiKu, dan SiMUDA EmasKu.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak