alexametrics

Mitra Wilmar Raih Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil

loading...
Mitra Wilmar Raih Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil
Ketua Koperasi Sekato Jaya Lestari Joarsa (kiri) menerima sertifikasi ISPO dari Direktur Mutu Indonesia Strategis Berkelanjutan (MISB) Rismansyah Danasaputra. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Anggota Koperasi Sekato Jaya Lestari, Kabupaten Siak, Riau, mitra Wilmar menerima sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Ini membuktikan petani sawit di Indonesia mampu memenuhi kriteria keberlanjutan yang saat ini menjadi tuntutan global.

Ketua Koperasi Sekato Jaya Lestari, Joarsa mengatakan, sejak diperkenalkan dengan ISPO pada Juli 2017 oleh Wilmar, rutinitas berkebun petani mulai diatur ulang dengan praktik berkebun yang berkelanjutan. Mulai dari paket program pendampingan petani secara terpadu, pemberdayaan organisasi petani dengan pelibatan para pemangku kepentingan terkait, pengenalan dan penerapan program ketelusuran sawit dari kebun sampai pabrik, dan lain-lain.

Berpedoman dengan prinsip dan kriteria ISPO, anggota Koperasi Sekato Jaya Lestari didorong agar dapat mengetahui dan berkomitmen dalam menerapkan standar budidaya sawit berkelanjutkan dalam praktik sehari-hari, dalam bentuk modul program pelatihan. "Misalnya, tidak berkebun di lahan yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah, tidak melakukan deforestasi dan merusak lingkungan, serta pemilihan bibit dan cara-cara pemupukan yang tepat dan efisien," kata Joarsa di Jakarta, Kamis (29/8/2019).



Menurut Joarsa, selama ini petani hanya mengerti produksi yang baik, panen, dan kemudian menjualnya. Dengan ISPO, mereka mengetahui mengenai legalitas, sehingga berkebun jangan di lahan bermasalah.

Ia menambahkan, pendampingan kepada petani sangat diperlukan karena adanya keterbatasan terhadap informasi mengenai keberlanjutan dan pembiayaan. Pihaknya menyadari, sertifikasi keberlanjutan adalah mutlak untuk memenuhi tuntutan pasar global, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selain Wilmar, anggota koperasi juga memperoleh pendampingan dari PT Permodalan Siak, yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah. “Dengan mengantongi ISPO, kami makin percaya diri karena sudah sesuai dengan standar,” ujarnya.

Saat ini, anggota koperasi yang berlokasi di Mandi Angin, Kabupaten Siak tersebut mengelola kebun seluas 450 hektare yang berstatus area penggunaan lain (APL). Lahan tersebut dikelola melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Pemkab Siak, yang dimaksudkan sebagai program pengentasan kemiskinan. Beranggotakan 228 orang, masing-masing anggota berhak mengelola kebun 1,93 hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT Permodalan Siak (Persi), Husni Merza menjelaskan, pihaknya juga memberikan pendampingan pengelolaan kebun dan pembiyaan kepada anggota Koperasi Sekato Jaya Lestari. “Masih banyak petani yang belum bankable sehingga kami beraharap dapat membantu mereka,” tuturnya.

Hingga kini, Persi telah menyalurkan pembiayaan hampir Rp18 miliar atau sekitar Rp40 juta per hektare. Pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk pengelolaan kebun sejak land clearing.

Persi juga memberikan pendampingan pengelolaan kelembagaan koperasi dan pemasaran. “Kami juga memiliki program tambahan di luar itu seperti pembiayaan untuk pemupukan dan pembelian kendaraan,” kata Husni.

Direktur Mutu Indonesia Strategis Berkelanjutan, Rismansyah Danasaputra menambahkan, proses audit Koperasi Sekato Jaya Lestari berjalan lancar dan dilakukan sekitar dua bulan. Pihaknya berharap, makin banyak koperasi petani yang mampu meraih sertifikasi ISPO. Untuk itu, kepedulian semua pihak sangat diperlukan. “Kami berharap semakin banyak pihak yang bersedia mendampingi petani karena mereka tidak bisa sendiri,” kata Rismansyah.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak