alexametrics

Sektor Ini Penyumbang Terbesar Inflasi 0,12% di Agustus 2019

loading...
Sektor Ini Penyumbang Terbesar Inflasi 0,12% di Agustus 2019
Beberapa sektor tercatat menjadi penyumbang utama inflasi pada Agustus 2019, berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Beberapa sektor tercatat menjadi penyumbang utama inflasi pada Agustus 2019, berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Seperti diketahui pada Agustus 2019 terjadi inflasi sebesar 0,12% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,75. Dari 82 kota IHK, 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota mengalami deflasi.

Kepala BPS Suhariyanto menerangkan, sektor pendidikan dan olahraga juga mempunyai andil besar untuk jadi penyumbang inflasi. "Pendidikan, rekreasi dan olahraga memberikan andil yang paling besar yakni 0,09% adanya kenaikan uang sekolah SD 0,05%. Masing masing 0,02% uang kuliah akademi 0,01%. Juli-Agustus biasanya inflasi pendidikan akan alami kenaikan karena tahun ajaran baru, ini penyumbang inflais yang mana permintaan meningkat dan harga meningkat," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jumat (2/9/2019).

Rinciannya Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,26%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,23%; kelompok sandang sebesar 0,88%; kelompok kesehatan sebesar 0,59%; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 1,21%.



Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,19 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,55 persen.

Ditambah oleh Suhariyanto, transportasi justru mengalami deflasi seiring dengan tarif transportasi yang kembali terkendali salah atunya penurunan kebijakan tarif pesawat yang sudah mulai turun. "Transportasi menyumbang deflasi di beberapa daerah karena tarif tiket pesawat sudah turun dan bahan makanan sudah panen, jadi ini banyak deflasi di beberapa daerah," jelasnya
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak