alexametrics

Resmi IPO, Saham Kencana Energi Melesat 48,99%

loading...
Resmi IPO, Saham Kencana Energi Melesat 48,99%
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) pada Senin (2/9/2019) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Foto/SINDOnews/Heru Febrianto
A+ A-
JAKARTA - PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) pada hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham KEEN langsung melesat 194 poin atau 48,99% dengan harga saham naik menjadi Rp590 per saham dari harga penawaran sebesar Rp396 per saham.

Direktur Utama PT Kencana Energi Lestari Tbk Henry Maknawi mengatakan, dengan menggelar pencatatan saham perdana ini atau Initial Public Offering (IPO), KEEN menjadi perusahaan ke-33 yang melantai di Bursa pada tahun 2019.

“Dengan dicatatkannya saham perdana maka target perseroan untuk listing pada semester II tahun ini tercapai,” katanya di Jakarta, Senin (2/9/2019).

KEEN didirikan pada tahun 2008 dan merupakan salah satu pemain utama di sektor pembangkit listrik tenaga air (hydro power plant) yang telah beroperasi di Indonesia.

Perseroan memiliki profil usaha yang unik dengan bisnis model penyedia energi terbarukan yang didukung oleh kontrak penyediaan listrik jangka panjang PPA (Power Purchase Agreement) kepada PT PLN (Persero) yaitu selama 20-30 tahun sejak dioperasikannya pembangkit listrik tenaga air.

Perseroan melepas sebanyak 733,26 juta lembar saham pada penawaran umum perdana saham ini.

Besaran lembar tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah penawaran umum perdana saham perseroan dengan harga penawaran Rp396 per saham, sehingga dana yang berhasil dihimpun adalah sebesar Rp290,37 miliar.

Pada masa penawaran umum perdana, saham KEEN mengalami oversubscribed sebanyak 47 kali.

Bersamaan dengan penawaran umum perdana saham, Perseroan mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau “Program ESA”) sebanyak 0,17% dari jumlah saham yang ditawarkan atau sebanyak 1.262.600 lembar saham.

Henry menjelaskan, dana yang diperoleh dari IPO ini dialokasikan sekitar 55% untuk mendukung pengembangan usaha hydro power plant dan energi terbarukan lainnya, sekitar 25% untuk modal kerja dan sekitar 20% untuk belanja modal.

Direktur Keuangan KEEN Giat Widjaja menerangkan kinerja keuangan perseroan terus meningkat dari tahun ke tahun terbukti pada pendapatan perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2019 adalah sebesar USD5,68 juta meningkat sebesar 3,37% (USD185.391) dibandingkan pendapatan untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2018 sebesar USD5,5 juta.

“Hingga saat ini, perseroan memiliki tiga proyek hydro power plant di Sumatera dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi sebesar 49 megawatt (MW),” jelas Giat.

Dari jumlah tersebut, proyek PLTA Pakkat berkapasitas 18 MW telah beroperasi di Sumatera Utara sejak awal tahun 2018, proyek PLTA Air Putih berkapasitas 21 MW di Bengkulu yang sedang proses komisioning pada bulan Agustus – September 2019, serta proyek PLTM Madong berkapasitas 10 MW yang sedang dalam tahap persiapan konstruksi dan berlokasi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Perseroan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam IPO ini dengan masa penawaran umum tanggal 23 - 27 Agustus 2019.
(ind)
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak