alexametrics

PLN Gelar Jambore Kendaraan Listrik, Karya Anak Bangsa Lowo Ireng Unjuk Gigi

loading...
PLN Gelar Jambore Kendaraan Listrik, Karya Anak Bangsa Lowo Ireng Unjuk Gigi
PLN (Persero) bersama PUI-SKO ITS menyelenggarakan Jambore Kendaraan Listrik Nasional, dimana mobil listrik sport menyerupai bentuk kelelawar yang dinamai Lowo Ireng unjuk gigi. Foto/Nanang Wijayanto
A+ A-
JAKARTA - PT PLN (Persero) bersama Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan Jambore Kendaraan Listrik Nasional. Kegiatan tersebut digelar selama lima hari perjalanan dari Surabaya menunju Jakarta sejak tanggal 28 Agustus 2019 lalu.

“Kegiatan ini mendapatkan dukungan besar dari PLN dalam menyediakan pengisian daya di setiap unit wilayah yang dilalui para peserta rally. Tujuannya untuk mendukung supaya kendaraan listrik nasional semakin banyak dipakai dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS saat menyambut kedatangan peserta Jambore Kendaraan Listrik Nasional di Kantor PLN UID Jakarta Raya, Gambir Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Menurut dia kendaraan para peserta jambore merupakan buatan dari Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS. Untuk itu kendaraan listrik buatan anak bangsa tersebut perlu didukung sesuai amanah dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan pengembangan kendaraan listrik nasional.



Pihaknya juga memastikan kualitas kendaraan listrik buatan anak bangsa sudah layak untuk dikembangkan di dalam negeri. Pasalnya kendaraan listrik produksi dalam negeri terus menyempurnakan kualitasnya. Ia pun mengaku telah melakukan beberapa kali uji coba mengendarai kendaraan listrik nasional hasilnya sangat nyaman.

“Beberapa waktu lalu saya konvoi menggunakan kendaraan listrik nasional sudah sangat nyaman. Dalam praktiknya sudah sangat nyaman untuk akselerasi,” kata dia.

Haryanto mengajak seluruh pihak mendukung kendaraan listrik nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bahkan dari sisi bahan baku baterai seperti bojih nikel telah didukung dari hasil tambang dari dalam negeri. “Kendaraan listrik nasional perlu dukungan dari seluruh pihak supaya kendaraan listrik menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata dia.

Semenatara Direktur PUI-SKO ITS Muhammad Nur Yuniarto menyatakan, bahwa dari ITS sendiri ada sembilan kendaraan listrik yang mengikuti, baik mobil maupun motor listrik. Jambore nasional tersebut akan berbentuk rally dan menempuh jarak 800 kilometer. Untuk mengikuti perjalanan rally tersebut, setiap kendaraan wajib mematuhi regulasi yang telah ditentukan oleh panitia dan telah memiliki surat ijin jalan dari kepolisian.

Ia mengungkapkan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi wawasan lebih kepada masyarakat mengenai kendaraan listrik yang penggunaannya sangat efisien dan ramah lingkungan. “Harapannya, program inovasi yang berkelanjutan ini nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat dan memicu industri untuk memasarkan produk kebanggan dalam negeri,” tuturnya.

Lowo Ireng

Dalam kesempatan tersebut PUI-SKO ITS menghadirkan mobil listrik sport menyerupai bentuk kelelawar yang dinamai Lowo Ireng. Nur menyatakan bahwa mobil listrik Lowo Ireng menggunakan tenaga penggerak engine dari Mitsubishi type 6A13 Twin Turbo dengan power 205 HP, sedangkan ECU (Engine Control Unit) menggunakan produk hasil riset alumni mahasiswa ITS sendiri yang diberi nama Iquteche Technology.

Mobil senilai miliaran rupiah tersebut menggunakan teknologi baterai Lithium Ion dengan kapasitas sebesar 20 kilowatt hours (kwh). Teknologi utama lainnya yang digunakan pada Lowo Ireng Reborn seperti Controller/Inverter, Battery Management System, dan Interface Vehicle Unit yang semuanya dibuat oleh tim peneliti dan mahasiswa ITS.

Lowo Ireng Reborn sendiri mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 160 kilometer/jam. Sebab torsi pada motor listrik yang digunakan sebesar 200 Newtonmeter (Nm) dengan transmisi Triptonic. Sementara itu, proses pengisian daya dari nol hingga penuh hanya memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam dengan daya 7,7 kilowatt. “Jadi sebagian besar komponen mobil ini merupakan buatan ITS sendiri,” ungkapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak