alexametrics

Kejar Target Produksi, Pertamina Tambah Investasi Hulu Migas

loading...
Kejar Target Produksi, Pertamina Tambah Investasi Hulu Migas
PT Pertamina (Persero) menambah anggaran investasinya di sektor hulu migas dari USD2,6 miliar menjadi USD2,9 miliar guna menggenjot produksi supaya mencapai target. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menambah anggaran investasinya di sektor hulu migas dari USD2,6 miliar menjadi USD2,9 miliar. Hal tersebut guna menggenjot produksi supaya mencapai target yang ditetapkan sebesar 922 ribu barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd).

“Tambahan investasi buat akselarasi beberapa prospek pengeboran tahun ini. Selain itu juga untuk persiapan tahun depan supaya tidak terlambat,” ujar Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu di acara IPA Convex 2019, di JCC Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, tambahan investasi tersebut penting dalam rangka menjaga produksi migas khususnya di dalam negeri. Terkait realisasi produksi migas di luar negeri, Pertamina mencatatkan realisasi 89,22% dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar 112 ribu bph.



Rinciannya, produksi minyak Pertamina hingga akhir Juni 2019 sebesar 99.930 barel per hari dan produksi gas sebesar 261 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd). Berdasarkan laporan, Pertamina memiliki blok di sejumlah negara. Di antaranya perseroan memiliki saham di Blok Menzel Lejmet North (MLN), El Merk (EMK), dan Ourhoud (OHD). Lalu di Irak, Pertamina memegang saham di Lapangan West Qurna 1.

Sedangkan di Malaysia, perseroan memegang kepemilikan saham di Blok K, Blok Kikeh, Blok SNP, Blok SK309, serta Blok SK311. Selanjutnya, akuisis perusahaan migas Perancis, Maurel&Prom. Tidak hanya itu Pertamina juga memiliki aset migas yang tersebar di Gabon, Nigeria, Tanzania, Namibia, Kolombia, Kanada, Myanmar dan Italia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak