alexametrics

Menko Darmin Sebut Fintech Bisa Menyokong Ekonomi Global

loading...
Menko Darmin Sebut Fintech Bisa Menyokong Ekonomi Global
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa ekonomi digital, seperti fintech bisa menyokong perekonomian dunia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa ekonomi digital, seperti fintech bisa menyokong perekonomian dunia. Hingga 2016, ekonomi digital berkontribusi sekitar 22% terhadap perekonomian global.

Sementara di Asia Tenggara, kontribusi ekonomi digital terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai 2,8% pada tahun lalu. Sumbangan diproyeksi naik menjadi 8% pada 2025. Menko Darmin melihat, kondisi serupa terjadi di Indonesia.

Hal itu seiring dengan meningkatnya penggunaan transaksi online, dimana perkembangan fintech di Indonesia pun sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. "281% transaksi online di Indonesia pada tahun 2018, ini suatu kecepatan yang luar biasa dibandingkan tahun lalu. Jadi kita harapakan terus meningkat," jelas Darmin di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (4/9/2019).



Selain itu, menurutnya kehadiran Fintech bisa mendorong tercapainya keuangan inklusif mencapai 100%. Pasalnya inklusif keungan Indonesia baru mencapai 51%. Untuk itu terang dia perlu adanya manajemen resiko yaitu dengan model regulatory sandbox untuk meningkatkan inklusi keuangan

"Lalu harus ada perlunya sistem perlindungan konsumen yang kuat. Lalu adanya ekosistem digital, perlu adanya kerjasama dan koordinasi antara pihak terkait," jelasnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, ada 113 fintech pinjaman (lending) yang terdaftar per Juni 2019. Lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat ada 58 fintech pembayaran yang memiliki izin per Agustus 2019.

Hal ini akan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dalam memperoleh pembiayaan dan menyediakan layanan pembayaran. Berdasarkan studi oleh PWC tahun ini, disimpulkan bahwa akumulasi pinjaman dari fintech lending mencapai lebih dari Rp 200 triliun pada akhir 2020.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak