alexametrics

Pemerintah Terbitkan Surat Utang Negara, Saving in Style Secantik Batik

loading...
Pemerintah Terbitkan Surat Utang Negara, Saving in Style Secantik Batik
Memasuki September 2019, Kemenkeu kembali akan melakukan penjualan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel khusus kepada investor individu WNI secara online dengan tema batik. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Memasuki bulan September 2019, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali akan melakukan penjualan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel khusus kepada investor individu WNI secara online (e-SBN) dengan tingkat kupon mengambang yaitu Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008. Hal ini sebagai upaya memperbaiki defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting mengatakan, surat utang ini akan berbeda dikarenakan berbentuk batik. Pasalnya, batik merupakan salah satu kain tradisional Indonesia yang paling berharga, dan pembuatannya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

"Beberapa tahun belakangan, popularitas batik di mata masyarakat Indonesia semakin meningkat, baik di kalangan tua maupun muda. Terdapat banyak alasan mengapa popularitas batik semakin naik, salah satunya adalah alasan investasi," ujar Loto Srinaita Ginting di Jakarta, Kamis (6/8/2019).



Selain sebagai koleksi pakaian yang fashionable, batik bagi para kolektor juga dianggap bisa menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan, layaknya sebuah lukisan. Alasannya, karena batik merupakan karya seni yang tinggi sehingga pasar kain batik sangat luas sampai ke mancanegara. Tidak sedikit orang mengumpulkan kain batik kuno untuk kemudian dijual kembali.

Jenis batik yang memiliki nilai jual tinggi dan biasanya dijadikan investasi adalah jenis batik tulis. Nilai sejarah kain batik tulis sangat panjang dan dapat ditelusuri sejak ratusan tahun lalu. Berbeda dengan batik modern yang sering dibuat dengan teknik cetak digital, jenis batik tulis melalui proses pembuatan yang panjang. Hal inilah yang menyebabkan batik tulis dapat memiliki nilai jual tinggi sebagai salah satu investasi berbentuk karya seni.

SBR008 ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan masyarakat. Dengan tingkat kupon minimal mengambang (floating with floor) sebesar 7,20%, SBR008 memiliki tenor 2 (dua) tahun dengan pemesanan minimal Rp 1 juta. Proses pemesanan pembelian dapat dilakukan secara online di aplikasi yang disediakan Mitra Distribusi melalui 4 tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi.

Saat ini masyarakat sudah semakin mudah dalam melakukan pembayaran SBR008 dan instrumen investasi Pemerintah lainnya dengan ditambahnya tiga kanal pembayaran baru yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai lembaga persepsi (Bukalapak, Tokopedia dan Finnet) sehingga total bank/pos/lembaga persepsi yang dapat melayani pembayaran pembelian SBR menjadi 86 perusahaan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak