alexametrics

Pelni Dorong Peningkatan Layanan Penumpang

loading...
Pelni Dorong Peningkatan Layanan Penumpang
Ilustrasi kantor Pelni di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/6/2019). Foto/SINDOnews/Wahyono
A+ A-
LABUAN BAJO - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menegaskan siap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Komitmen ini harapannya didukung dengan meningkatnya dana subsidi PSO (public service obligation) untuk penumpang pada tahun 2020 yang diajukan sebesar Rp2,1 triliun atau naik dari tahun ini yang sebesar Rp1,8 triliun.

Vice Presiden Pelni Sukendra mengatakan, tanpa memikirkan apakah nantinya anggaran PSO untuk penumpang diloloskan oleh pemerintah dan DPR atau tidak, Pelni tetap tidak akan mengurangi pelayanan kepada penumpang.

"(Persetujuannya) semua kami serahkan kepada pemerintah dan DPR. Yang jelas kita akan terus berusaha meningkatkan pelayanan," ujar Sukendra saat berkunjung ke kantor Pelni cabang Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/6/2019).



Menurut Sukendra, pihaknya secara bertahap akan terus membenahi pelayanan tiketing dan juga makanan penumpang. Dia mencontohkan rute kapal ekonomi Makassar-Labuan Bajo, meski hanya dikenakan tiket Rp161.000 per orang dewasa dengan fasilitas makan dua kali, pihaknya akan terus berusaha memperbaiki kualitas layanan.

Sukendra menambahkan, kalaupun nantinya anggaran PSO untuk penumpang yang diajukan pihaknya tidak disetujui, setidaknya pemerintah mempertimbangkan soal kebijakan harga tiket.

Sementara itu, Kepala cabang Pelni Labuan Bajo Herman mengatakan, kebijakan satu tiket untuk satu tempat duduk atau tempat tidur penumpang (one man one seat) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan, pelan-pelan berimplikasi positif.

"Jadi positifnya semuanya bisa terencana karena masyarakat harus jauh-jauh hari pesan tiketnya. Kerja jadi lebih efisien,"ujarnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak