alexametrics

Luncurkan KMS, Kemenhub Berharap Bisa Tepis Berita Hoax

loading...
Luncurkan KMS, Kemenhub Berharap Bisa Tepis Berita Hoax
Peluncuran aplikasi Knowledge Management System (KMS) pada Jumat (6/9/2019) pekan lalu. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Biro Komunikasi dan Informasi Publik meluncurkan aplikasi Knowledge Management System (KMS). Sistem ini memungkinkan integrasi fungsi sebuah perlakukan kontekstual atau secara sederhana memberikan respons cepat institusi/organisasi terhadap isu-isu yang saling terkait.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan, sebagai sebuah terobosan, aplikasi sistem informasi tersebut bisa tersebar dalam bentuk informasi dan komunikasi sehingga mampu menangkal hoax.

"Diharapkan, dengan adanya KMS ini maka dapat terpetakan persepsi publik secara komprehensif terhadap reputasi Kemenhub untuk menetapkan produk komunikasi yang lebih tepat sasaran," ucapnya di Jakarta, Senin (9/9/2019).



KMS merupakan sebuah proses dalam mengidentifikasi, memilih, mengatur, menyebarkan informasi penting dan keahlian yang merupakan bagian dari knowlegde organisasi dan biasanya berada dalam organisasi secara tidak terstruktur.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan menambahkan, kebijakan yang disampaikan kepada publik nantinya tidak lagi bersifat satu arah namun sudah disesuaikan dengan pelibatan persepsi dan keinginan publik sebagai khalayak utama.

"Manfaatnya, agar dapat terpetakan persepsi publik tentang Kemenhub, terdapat early warning system terhadap isu negatif yang tidak faktual yang berkembang di masyarakat sehingga dapat disusun sebuah strategi komunikasi yang tepat sasaran, efektif, dan terukur," jelas Hengki.

Peluncuran KMS sendiri dilakukan pada Jumat (6/9) pekan lalu sebagai solusi cepat merespons kondisi atau isu-isu yang berkaitan dengan sektor perhubungan/ transportasi. "Pada akhirnya kejadian atau isu-isu transportasi yang berkaitan dengan pelayanan maupun keselamatan bisa kita dalam bentuk informasi publik demi menghindari berita-berita yang tidak benar atau hoax," pungkas Hengki.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak