alexametrics

Hadapi Resesi Ekonomi Global, Manufaktur dan Remitansi Jadi Kunci

loading...
Hadapi Resesi Ekonomi Global, Manufaktur dan Remitansi Jadi Kunci
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andri Asmoro mengatakan, industri manufaktur bisa digenjot sebagai persiapan dalam menghadapi resesi ekonomi global. Foto/Ilustrasi
A+ A-
Perlambatan ekonomi global menurutnya Kepala Ekonom Bank Mandiri Andri Asmoro bakal terus bergulir hingga menjadi resesi, ketika ekonomi Amerika Serikat menguasai 24% pangsa ekonomi dunia. Karena itu, terang dia industri manufaktur bisa digenjot sebagai persiapan dalam menghadapi resesi ekonomi global.

"Overall yang buat agak positif sebenarnya ada peluang di kawasan ASEAN. Saya melihatnya seperti itu karena manufakturnya Indonesia," ujar Andri Asmoro di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dia menambahkan, Indonesia harus menjaga neraca perdagangan sehingga tidak tergerus kondisi eksternal. Salah satunya adalah meningkatkan produk domestik dengan menekan impor yang tidak terlalu penting, ditambah serta meningkatkan investasi.



"Indonesia kan yang tadi rasionya sekitar hampir 60-57% domestik. Kalo dilihat domestic investment 30% terus untuk rasio investment government 10% jadi 80% dari ekonomi domestik, eksternal itu cuma rasio hanya 10% atau kurang dari 10%. Impact enggak sebesar itu harapannya," jelasnya.

Selain itu, beberapa negara berkembang lainnya pada saat yang bersamaan juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan Indonesia, antara lain Malaysia yang tumbuh 4,9%, Thailand 3,7%, Brazil 1,01% dan Rusia 0,9%. "Nah kalau negara-negara yang eksposur gede, swingnya juga lebih gede artinya kalau ekonomi global ya mereka akan tumbuh lebih cepat lagi," terang dia.

Selaion itu terang dia Neraca Pembayaran Indonesia mengalami surplus lebih ditopang oleh pendapatan sekunder. Seharusnya kata Andri, selain dari pendapatan sekunder yakni remitansi pekerja migran, Indonesia harus memperkuat sektor nonmigas. "Misalnya di sektor primary ada tourism, dan remintansi di mana kalau nanti banyak tenaga kerja bisa dikirim, kenaikan remitanai akan seiring dengan kenaikan skill," ungkap Andri.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak