alexametrics

Sri Mulyani Sebut Masih Ada Karyawan Kemenkeu Belum Paham APBN

loading...
Sri Mulyani Sebut Masih Ada Karyawan Kemenkeu Belum Paham APBN
Menkeu Sri Mulyani mengakui masih ada karyawan di kalangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang belum paham mengenai APBN. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui masih ada karyawan di kalangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang belum paham mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal ini sangat disayangkan Menkeu, mengingat APBN merupakan instrumen fiskal utama pemerintah untuk mengelola keuangan negara.

Saat melantik para pejabat baru di lingkungan Kemenkeu, mantan anggota bank dunia ini mengaku melihat langsung di media sosial ada beberapa karyawannya yang tidak paham APBN. "Saya melihat di lingkungan Kemenkeu, melalui sosial media ada saja yang berujar, bahwa yang bersangkutan menunjukan bahkan tidak paham mengenai APBN dan keuangan negara," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menurutnya ada dua alasan utama yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Pertama, masih adanya sifat ego sektoral antar direktorat jenderal Kemenkeu, menyebabkan karyawan enggan untuk memahami kebijakan fiskal secara keseluruhan.



"Mereka (karyawan) biasanya kerja dalam satu kotak-kotak, kadang-kadang untuk membaca APBN dan fungsinya kepada perekonomian itu tidak sering dimasukan," jelasnya.

Karena itu, Sri Mulyani meminta kepada seluruh pejabat Kemenkeu di level eselon I ataupun eselon II untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai di jajarannya mengenai APBN. Sehingga harapannya seluruh pegawai Kemenkeu dapat bersinergi dengan baik ke depannya.

"Jadi saya mengharapkan seluruh unit-unit di eselon 1 mereka bisa melakukan banyak sekali information sharing, maupun knowledge terutama kepada seluruh staf," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak