alexametrics

Jokowi Gelar Rapat Khusus Dua Minggu Sekali Demi Genjot Investasi

loading...
Jokowi Gelar Rapat Khusus Dua Minggu Sekali Demi Genjot Investasi
Presiden Jokowi akan meningkatkan intensitas rapat yang berkaitan dengan investasi dengan berencana menggelar rapat seminggu dua kali, khusus membahas perbaikan ekosistem. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meningkatkan intensitas rapat yang berkaitan dengan investasi dengan berencana menggelar rapat seminggu dua kali, khusus membahas perbaikan ekosistem investasi. Sebelumnya Jokowi menyoroti Indonesia yang saat ini menurutnya masih belum dilirik oleh banyak investor, dimana tidak ada satu pun dari 33 perusahaan yang keluar dari China memilih menanamkan modalnya di Tanah Air.

“Seminggu dua kali kita akan rapat khusus menyelesaikan yang berkaitan dengan perbaikan ekosistem investasi terus menerus. Sehingga betul-betul kita dapatkan putusan-putusan yang konkret. Sehingga perbaikan ekosistem investasi betul-betul kita peroleh,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (11/9/2019).

Dia juga kembali menyebut tugas-tugas yang harus diselesaikan jajarannya. Dalam hal ini baik menginventarisir regulasi yang menghambat maupun perusahaan-perusahaan yang terhambat.



“Ini kita baru menyelesaikan di tingkat pusat. Belum lagi, nanti di tingkat provinsi, kabupaten atau kota. Akhirnya saya minta perbaikan secara menyeluruh terhadap ekosistem investasi, mulai dari regulasi, perizinan, insentif perpajakan yang kira kemarin sudah memberikan sinyal positif. Pertanahan sampai bidang ketenagakerjaan dan juga bidang keamanan,” paparnya.

Meski begitu, Jokowi menyebutkan selama lima tahun ini bukan berarti tanpa capaian. Mulai dari peningkatan dalam kemudahan berusaha sehingga berdampak pada daya saing sampai penyederhanaan izin melalui online single submission (OSS) jadi salah satunya upaya pemerintah. Namun baginya hal tersebut tidaklah cukup dan meminta jajarannya bekerja cepat.

“Tidak cukup. Saya kira kita harus bisa lebih cepat lagi. Karena negara-negara pesaing kita, kompetitor-kompetitor kita berlomba-lomba berbenah dengan tawaran yang lebih menarik untuk berinvestasi,” ungkapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak