alexametrics

Investor Lari dari Aset Berisiko, Rupiah Loyo di Rp14.060

loading...
Investor Lari dari Aset Berisiko, Rupiah Loyo di Rp14.060
Rupiah ditutup loyo 8 poin atau 0,05% ke level Rp14.060 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai dolar Amerika Serikat (USD) kembali meningkat terhadap rupiah pada perdagangan Rabu (11/9/2019). Data Bloomberg mencatat mata uang kebanggaan kita loyo 8 poin atau 0,05% ke level Rp14.060 per USD.

Perdagangan pagi, rupiah dibuka melemah 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.057, dibanding penutupan kemarin di Rp14.052 per USD. Rabu ini, rupiah berada di kisaran Rp14.047-Rp14.066 per USD.

Idem, rupiah di data Yahoo Finance, terdepresiasi 28 poin atau 0,19% ke level Rp14.055 per USD. Kemarin rupiah di level Rp14.027 per USD. Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.027-Rp14.065 per USD.



Melansir dari Reuters, dolar mendapat dukungan menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa, yang diharapkan memangkas suku bunga lebih lanjut. Namun ECB menunjukkan kehati-hatian, sehingga membuat investor lari dari aset berisiko dan kembali memilih mata uang safe haven.

"(ECB) belum ada yang benar-benar ingin berkomitmen. Padahal ketegangan perang dagang sudah mereda," kata Matt Simpson, analis pasar senior di Gain Capital di Singapura.

Sifat kehati-hatian ECB membuat dolar mengambil nafas. Indeks USD terhadap enam mata uang utama stabil di level 98,332. Hal ini membuat mata uang euro beringsut ke level USD1,1050 dan poundsterling melemah ke USD1,2356. Yen Jepang melemah ke 107,77 per USD, pelemahan tertinggi sejak 1 Agustus.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak