alexametrics

Harga Minyak Melonjak Seiring Redanya Ketegangan Washington-Beijing

loading...
Harga Minyak Melonjak Seiring Redanya Ketegangan Washington-Beijing
Harga minyak naik seiring meredanya ketegangan perang dagang. Foto/Reuters
A+ A-
TOKYO - Harga minyak terus melonjak pada perdangan Kamis (12/9/2019), seiring optimisme pasar atas meredanya ketegangan dagang antara Washington dan Beijing. Selain itu, kenaikan harga disebabkan penurunan persediaan minyak mentah AS ke level terendah dalam hampir setahun.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent International naik 41 sen atau 0,7% menjadi USD61,22 pada pukul 00:51 GMT, sementara harga minyak berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) naik 40 sen atau 0,7% menjadi USD56,16 per barel.

Kenaikan harga minyak merespon pernyataan China yang setuju untuk membebaskan bea masuk bagi produk farmasi AS. Sementara itu, Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan kenaikan tarif atas barang-barang China senilai miliaran dolar.



Konsesi ini dibuat menjelang pertemuan AS dan China pada Oktober depan, yang bertujuan meredakan gejolak perdagangan yang telah berlangsung lama antara dua negara ekonomi terbesar dunia.

"Langkah Trump merupakan isyarat niat baik yang signifikan bahwa ia juga bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri pertikaian perang dagang ini," kata Stephen Innes, ahli strategi pasar Asia Pasifik di AxiTrader di Tokyo.

Kenaikan harga juga disebabkan penurunan minyak mentah AS. Administrasi Informasi Energi AS mengatakan pada hari Rabu bahwa stok minyak mentah AS turun minggu lalu ke level terendah dalam hampir setahun.

Persediaan minyak mentah SA turun selama empat minggu beruntun, turun 6,9 juta barel dalam pekan hingga 6 September. Lebih dari ekspektasi para analis yaitu turun 2,7 juta barel. Alhasil, persediaan minyak mentah AS menjadi 416,1 juta barel, merupakan titik terendah sejak Oktober 2018.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak