alexametrics

Kembangkan Usaha, Perusahaan Harus Punya Strategi Jitu

loading...
Kembangkan Usaha, Perusahaan Harus Punya Strategi Jitu
PT Proteindo Cipta Pangan dengan gerai CBezt Fried Chicken. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Strategi usaha merupakan senjata terpenting dalam bisnis. Itu sebabnya agar mampu bersaing dengan kompetitor, bisnis harus memiliki strategi jitu.

Prinsip itulah yang saat ini dipegang PT Proteindotama Cipta Pangan untuk menumbuh kembangkan brand-brand yang ada di bawah naungannya sejak 2010, yakni C’Bezt Fried Chicken, BFC Duo dan Aa’ Raffi Fried Chicken. Kini, tidak kurang dari 2.000 gerai ketiga brand tersebut telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Manager Marketing PT Proteindotama Cipta Pangan, Tri Indah Lestari, mengatakan dalam pengembangan bisnisnya, perusahaan telah mengkombinasikan antara strategi offline dan online. Perpaduan strategi inilah yang justru membuat perusahaan semakin besar dan diminati calon investor.



"Kalau secara digital, kami promosi di media online seperti beriklan di Franchiseglobal atau sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn dan media online lain yang mendukung. Sementara untuk media offline, kami rajin ikut pameran franchise, press conference, mengadakan business matching dengan pelaku UMKM dan komunitas-komunitas bisnis, kerja sama dengan perusahaan swasta dan BUMN juga mengikuti kegiatan event dan bazaar," ujar perempuan yang akrab disapa Tari ini dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Tari mengakui, melalui kombinasi strategi bisnis tersebut, pihaknya bisa menggaet calon investor dengan mudah. Terlebih, nilai investasi yang ditawarkan boleh dibilang masih cukup terjangkau dengan potensi omzet menggiurkan dan balik modal yang relatif singkat.

Hal ini membuat calon investor tak perlu pikir panjang saat ingin bermitra dengan salah satu brand yang berada di bawah bendera PT Proteindotama Cipta Pangan.

Untuk bisa menjadi mitra C’Bezt Fried Chicken, Tari mematok nilai investasi di angka Rp195 juta untuk wilayah Jawa dan Jabodetabek. Nilai tersebut sudah termasuk franchise fee selama 5 tahun dan perlengkapan usaha. Sementara untuk BFC Duo senilai Rp75 juta untuk wilayah Jawa dan Jabodetabek, sudah termasuk franchise fee 2 tahun.

"Nilai tersebut belum termasuk biaya sewa tempat, pajak, perizinan, grand opening dan bahan baku awal. Tidak ada royalty fee ataupun manajemen fee dalam kerja sama ini," katanya.

Dalam hitungan Tari, perkiraan omzet yang bisa didapat mitra setiap bulannya bisa mencapai Rp110 juta untuk brand C’Bezt dengan balik modal sekitar 19 bulan. Sementara untuk omzet, BFC Duo bisa mencapai Rp90 juta setiap bulannya, dengan balik modal kurang lebih 10 bulanan.

Tari mengatakan, pihaknya telah didukung sister company PT Ciomas Adisatwa sebagai supplier utama bahan baku fried chicken. Dia yakin dengan pengembangan bisnis ini suplai bahan baku utama yang tetap akan terjaga dan aman dikonsumsi.

"Tahun ini, kami sudah buka 35 outlet C’Bezt dan 40 outlet BFC Duo. Di tahun 2020 nanti, target kami akan membuka 100 outlet C’Bezt dan 150 outlet BFC Duo dengan sebaran di seluruh Indonesia," kata Tari.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak