alexametrics

SKK Migas Akan Tender Ulang Pemasangan Flow Meter Usai Kalah di Arbitrase

loading...
SKK Migas Akan Tender Ulang Pemasangan Flow Meter Usai Kalah di Arbitrase
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menegaskan, bakal melakukan tender ulang pemasangan flow meter. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menegaskan, bakal melakukan tender ulang pemasangan flow meter. Hal ini dilakukan setelah Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) mengabulkan gugatan PT Global Haditech kepada SKK Migas terkait pemasangan flow meter.(Baca Juga: Kalah Arbitrase, SKK Migas Bayar Ganti Rugi Rp39,56 Miliar)
Adapun pelaksanaan tender bisa dilakukan tahun depan melalui kajian desain pemasangan untuk membantu menentukan berbagai fasilitas dan alat yang dibutuhkan. “Akan dilakukan tender ulang, kami mau masuk mulai dari desain. Jadi tahapan yang benar begitu. Harus lanjut tidak tahun ini tahun depan. Tahun ini kami akan melakukan desain,” ujar Dwi Soetjipto di Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Dia mengatakan, bahwa tahap awal persiapan yakni membuat desain baru pemasangan alat di beberapa titik. Titik tersebut masih dalam kajian untuk melihat wilayah yang paling efektif dipasangkan alat untuk mencatat penyaluran minyak dari sumur ke tempat tangki timbun hingga ke penjualan.

“Desain dulu, itu yang nanti lempar kualifikasi yang memenuhi. Jadi nanti kualifikasi dari peserta itu spesifikasinya nya sudah lebih jelas. Hasil akhirnya seperti apa ya juga sudah jelas,” ujar Dwi.



Sebagai informasi, PT Global Haditech merupakan kontraktor yang memenangkan tender pemasangan flow meter pada sejumlah blok migas dengan anggaran di kontrak sebesar Rp58,19 miliar. SKK Migas dilaporkan Global Haditech ke arbitrase karena dianggap menyalahi kontrak dengan melakukan penghentian pemasangan flow meter.
SKK Migas menyatakan penghentian pemasangan karena menilai alat yang telah dipasang tidak bekerja secara maksimal dan tidak sesuai dengan harapan SKK Migas. Padahal sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan SKK Migas sudah mengidentifikasi sebanyak 200 lapangan blok migas yang akan dipasang flow meter.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak