alexametrics

IHSG Awal Pekan Berpeluang Terkoreksi, Cermati Enam Saham Ini

loading...
IHSG Awal Pekan Berpeluang Terkoreksi, Cermati Enam Saham Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini secara teknikal berpeluang terkoreksi, cermati enam saham ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini secara teknikal berpeluang terkoreksi setelah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah 0,12% di level 6334.84 pada 13 September 2019. Analis dari Reliance Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, MACD sudah menyentuh area positif.

Sementara itu, Stochastic dan RSI terlihat sudah membentuk pola dead cross di area overbought."Di sisi lain, terlihat pola downward yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Adapun sejumlah rekomendasi saham pada perdagangan awal pekan hari ini yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut



1. Saham ASRI (Alam Sutera Realty Tbk)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 maka peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada level 306 – 312, dengan target harga secara bertahap di level 318, 332, 370 dan 404. Support: 296 & 288.

2. BBCA (Bank Central Asia Tbk.)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10, 20 dan 60 maka peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 30000 – 30200, dengan target harga secara bertahap di level 30525 dan 32400. Support: 30000 & 29000.

3. ELSA (Elnusa Tbk.)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 330 – 336, dengan target harga secara bertahap di level 340, 378, 416 dan 454. Support: 320 & 302.

4. INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk.)

Terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Beli” pada area level level 7450 – 7500, dengan target harga di level 7750. Support: 7350.

5. MEDC (Medco Energi Internasional Tbk.)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 740 – 760, dengan target harga secara bertahap di level 790 dan 815. Support: 740 & 715.

6. TLKM (Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.)

Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 4120 – 4160, dengan target harga secara bertahap di level 4200 dan 4510. Support: 4120 & 4190.

Sebelumnya berdasarkan data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kedua bulan September 2019, bursa saham nasional memperlihatkan tren positif. Nilai kapitalisasi pasar modal selama satu minggu terakhir juga mengalami peningkatan menjadi Rp7.269,245 triliun dari sebelumnya Rp7.238,803.

Senada dengan IHSG, untuk data rata-rata perdagangan harian BEI ketiganya juga ditutup meningkat pada pekan ini, peningkatan paling tinggi terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 12,97% menjadi 602,460 ribu kali transaksi dari 533,291 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Kemudian diikuti oleh rata-rata volume transaksi harian yang mencatatkan peningkatan sebesar 1,39% menjadi 14,554 miliar unit saham dari 14,354 miliar unit saham pada pekan sebelumnya. Selanjutnya untuk rata-rata nilai transaksi juga mendapatkan tambahan mencapai 0,84% menjadi Rp8.088 triliun dari Rp8,020 triliun pada penutupan pekan lalu.

Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp56,806 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp135,13 miliar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak