alexametrics

Calon Anggota BPK Didominasi Anggota Parpol, Ekonom Sebut Negara Bakal Repot

loading...
Calon Anggota BPK Didominasi Anggota Parpol, Ekonom Sebut Negara Bakal Repot
Proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mayoritas didominasi oleh anggota partai politik, menurut Ekonom Indef bakal merepotkan negara. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mayoritas didominasi oleh anggota partai politik, menurut Ekonom Indef Bhima Yudisthira bakal merepotkan negara. BPK sendiri idealnya diisi oleh orang-orang yang tidak hanya memiliki kredibilitas dan profesional, tapi juga idependen.

Hal ini seiring dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengaudit laporan keuangan di beberapa Kementerian dan Lembaga (K/L). Namun sayangnya, calon anggota BPK banyak diisi oleh anggota dari partai politik bukan dari profesional.

Ekonom Indef Bhima Yudisthira mengatakan, kondisi ini membuat audit laporan keuangan bakal banyak dipengaruhi oleh intervensi dari partai politik. "Repot kalau anggota BPK terafiliasi dengan parpol karena bisa menganggu independensi. Jika ada kasus yang berpotensi timbulkan conflict of interest dikhawatirkan inrtervensi politis bisa terjadi," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (16/9/2019).



Dia menambahkan, padahal tugas BPK tidak mudah karena harus mengaudit lembaga pemerintah pusat, Pemda dan Badan Usaha Milik Negera (BUMN). "Sebagai lembaga audit keuangan negara, idealnya BPK diisi oleh profesional," tandasnya.

Sebelumnya Komisi XI DPR RI telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 32 calon. Untuk proses selanjutnya, dari 32 nama tersebut akan diseleksi. Kemudian nantinya dipilih lima nama yang akan menjadi anggota BPK.

Berikut 32 nama calon anggota BPK yang telah menjalani fit and proper test:
1. Nurhayati Ali Assegaf
2. Bambang Pamungkas
3. Riza Suarga
4. Eddy Suratman
5. Izhari Mawardi
6. Achsanul Qosasi
7. Jimmy M Rifai Gani
8. Raja Sirait
9. Heru Muara Sidik
10. Muhammad Yusuf Ateh
11. Pius Lustrilanang
12. Ahmadi Noor Supit
13. Syafri Adnan Baharuddin
14. Fontian Munzil
15. Saiful Anwar Nasution
16. Dadang Suwarna
17. I Gede Kastawa
18. Hendra Susanto
19. Gunawan Adji
20. Muhammad Syarkawi Rauf
21. Daniel Lumban Tobing
22. Suharmanta
23. Akhmad Muqowam
24. Harry Azhar Aziz
25. Tito Sulistio
26. Indra Utama
27. Heru Kreshna Reza
28. Wilgo Zainar
29. Chandra Wijaya
30. Sahala Benny Pasaribu
31. Tjatur Sapto
32. Ruslan Abdul Gani
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak