alexametrics

Ekonom: Utang Luar Negeri Naik karena Kebutuhan untuk Pembiayaan

loading...
Ekonom: Utang Luar Negeri Naik karena Kebutuhan untuk Pembiayaan
Persentase utang luar negeri terhadap produk domestik bruto Indonesia masih relatif rendah yaitu sekitar 30% dari PDB. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga periode Juli 2019 tercatat sebesar USD395,3 miliar atau setara Rp5.553 triliun (kurs rupiah sekitar Rp14.050/dolar AS).

SVP Chief Economist BNI Ryan Kiryanto menilai, kenaikan ULN karena kebutuhan untuk pembiayaan terutama untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Tapi, sebagian kecil juga merupakan demand dari sektor swasta untuk kegiatan produktif atau ekspansi bisnis. Selain itu, penyerapan ULN oleh pemerintah juga melalui penerbitan surat utang berdenominasi non rupiah (dolar AS).

Menurut Ryan, hal yang penting adalah ULN dikelola dengan baik sesuai dengan maksud dan tujuannya sehingga tetap berada pada kisaran yang sehat (misalnya 30%-35% terhadap Produk Domestik Bruto/PDB).



"Ke depan, perkembangan ULN masih tetap terbuka karena persentase ULN terhadap PDB masih relatif rendah (sekitar 30% dari PDB)," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Dia melanjutkan, kreditur asing juga lebih suka memberikan ULN ke Indonesia karena Indonesia dinilai sebagai good boy, dalam artian selalu disiplin memenuhi kewajibannya.

"Meningkatnya ULN pemerintah juga menunjukkan membaiknya level kepercayaan kreditur asing terhadap perekonomian RI," katanya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak